Pasar Pariaman Akan Direvitalisasi karena Sudah Tak Layak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memeriksa kualitas beras medium Bulog seharga Rp 8.950 per kg saat sidak di Pasar Astanaanyar, Bandung, Jumat, 1 Juni 2018. Pada sidak kali ini, Enggartiasto mendatangi tiga pasar tradisional di Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memeriksa kualitas beras medium Bulog seharga Rp 8.950 per kg saat sidak di Pasar Astanaanyar, Bandung, Jumat, 1 Juni 2018. Pada sidak kali ini, Enggartiasto mendatangi tiga pasar tradisional di Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kondisi Pasar Pariaman saat ini perlu direvitalisasi. Hal itu dia sampaikan saat memantau harga dan stok barang kebutuhan pokok di Pasar Pariaman.

    Simak: Jokowi Minta Menkominfo Siapkan Sarana Penunjang Transaksi Nontunai di Pasar Tradisional

    "Kondisi Pasar Pariaman saat ini sudah tidak layak. Kondisi ini juga disebabkan akibat gempa yang terjadi pada tahun 2009. Untuk itu, Kemendag akan mengirim surat permohonan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengalokasikan anggaran guna merevitalisasi Pasar Pariaman," kata Enggartiasto dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Desember 2018.

    Menurut Enggartiasto Pasar Pariaman direncanakan dapat direvitalisasi pada 2019. Revitalisasi pasar akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Pasar Pariaman terletak di tengah kota Pariaman, Kecamatan Pariaman Tengah. Pasar itu merupakan pasar utama dan terbesar di Kota Pariaman yang menjual komoditas primer kebutuhan bahan pokok sehari-hari bagi keperluan penduduk setempat. Pasar yang berada di atas lahan seluas 4.546 meter persegi dengan luas bangunan 4.500 meter persegi ini, menampung 265 pedagang.

    Sementara itu, kata Enggartiasto, hasil pantauan harga bahan pokok di Pasar Pariaman menunjukkan harga stabil dan pasokan menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 cukup.

    Harga beras lokal terpantau sebesar Rp 10.500 per kilogram, gula pasir Rp 11.000-Rp12.000 per kg, minyak goreng curah Rp 8.100 per liter, daging sapi Rp 130.000 per kg, daging ayam Rp 24.000 per kg, telur ayam ras Rp 21.000 per kg.

    Sedangkan cabe merah keriting Rp 35.000 per kg, bawang merah Rp 28.000 - Rp 30.000 per kg, dan bawang putih Rp 16.000-Rp18.000 per kg.

    Harga gula pasir, minyak goreng curah, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam dijual dengan harga di bawah atau sama dengan HET dan harga acuan. Sedangkan, komoditas yang harganya naik yaitu cabe merah keriting.

    "Kenaikan disebabkan oleh putusnya jembatan antara Padang Panjang dan Pariaman, sehingga pasokan cabai di Pariaman tidak bisa ditambahkan dari Padang Panjang," kata Enggartiasto.

    Simak berita tentang pasar hanya di Tempo.co



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.