Jonan: Pasokan Listrik untuk Libur Natal dan Tahun Baru Aman

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku tak kesulitan mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) online sendiri usai mengisi SPT online di kantornya, 6 Maret 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku tak kesulitan mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) online sendiri usai mengisi SPT online di kantornya, 6 Maret 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyatakan bahwa pasokan energi listrik di Jawa-Bali untuk kebutuhan saat libur Natal dan Tahun Baru dalam keadaan aman. Hal ini didasari dari besar cadangan yang tersedia saat ini sebesar 30 persen dari pasokan keseluruhan.

    Baca: Tarif Listrik RI Mahal atau Murah di ASEAN, Cek Dulu Faktanya

    "Cadangan listrik secara standar dan disepakati minimal 30 persen. Jadi apabila ada perbaikan pembangkit maupun kebutuhan yang sifatnya insidental seperti Natal, Tahun Baru, ataupun Lebaran, pasokan listrik tetap terjaga," kata Jonan, dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Desember 2018.

    Jonan sebelumnya mengunjungi PLN Area Pengatur Beban Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan itu bertujuan untuk mengetahui kehandalan pasokan listrik dan memastikan kecukupan listrik di Jawa Tengah dan DIY sebagai salah satu tujuan wisata menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

    Kunjungan ke PLN itu, menurut Jonan, penting untuk mengetahui kecukupan serta kehandalan listrik di Jawa Tengah dan DIY. "Hal ini demi memastikan kenyamanan konsumen listrik di daerah tersebut, terlebih baik Jawa Tengah dan DIY merupakan salah satu tujuan wisata Natal dan Tahun Baru," ucapnya.

    Menurut Jonan, pada saat libur natal dan tahun baru banyak industri yang libur atau mengurangi aktivitasnya. Cadangan tersebut bisa digunakan untuk tambahan pasokan listrik untuk kegiatan natal dan tahun baru.

    Pada kunjungan ini Jonan didampingi Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin. Amir mengatakan untuk petugas akan bersiaga di pusat-pusat GI kita dan nanti juga pada saat Natal dan Tahun Baru). "Selain itu terkait sistem Jawa-Bali bebannya sekitar 70 persen, jadi beban total untuk Jawa dan Bali sekitar 27.700 MW”, ujar Amir.

    Amir mengatakan PLN juga sudah melakukan pemeliharaan jaringan pada H-5 Natal dan Tahun Baru dan akan dilanjutkan pada H+5. "Nantinya untuk jaringan Transmisi, Gardu Induk, dan Distribusi tidak ada pemeliharaan. Pemeliharaan tersebut dilakukan pada H-5 dan H+5 Natal dan Tahun Baru”, katanya.

    Baca: 2019, Jokowi: 60 Ribu Motor Listrik Diproduksi di Dalam Negeri

    Menghadapi Natal dan Tahun Baru, kata Amir, daya listrik UP2B Jateng dan DIY akan dipasok dari beberapa pembangkit yang dikelola PT Indonesia Power, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), PLTU Tanjung Jati B, perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) dan transfer daya listrik dari sistem lain, dengan total Daya Mampu Netto sebesar 9.815,7 MW.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.