Menteri PUPR: Rp 15 M untuk Bangun Jembatan Roboh Padang Pariaman

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyeruput kopi usai meninjau pembangunan arena Asian Games 2018 di GBK, Senayan, Jakarta, 10 Mei 2018. Basuki melihat progres pembangunan taman,arena olahraga Squash dan Elevated Parking untuk Asian Games 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyeruput kopi usai meninjau pembangunan arena Asian Games 2018 di GBK, Senayan, Jakarta, 10 Mei 2018. Basuki melihat progres pembangunan taman,arena olahraga Squash dan Elevated Parking untuk Asian Games 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Parit Malintang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah menganggarkan maksimal Rp 15 miliar untuk pembangunan jembatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang ambruk pada Senin malam.

    Baca juga: Menteri PUPR: Indonesia Masih Butuh Ratusan Jembatan Gantung

    "Pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi, yang ambruk Senin lalu akan dikerjakan akhir Desember 2018," kata Basuki saat meninjau jembatan Sungai Kalu, 2x11 Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumbar, Kamis, 13 Desember 2018.

    Ia menyebutkan panjang jembatan yang akan dibangun 30 meter. Pengerjaannya diprediksi selesai dalam waktu enam bulan.

    Pengerjaan jembatan tersebut bakal dikerjakan kontraktor lokal. Hal itu dilakukan guna mempercepat pembangunan sehingga dapat cepat dilewati seperti biasa.

    "Di sini kan ada pabrik beton kita manfaatkan sumber daya di sini," kata dia.

    Menurut Basuki, pembangunan tersebut mendesak karena akses jalan itu merupakan jalur utama. "Dengan putusnya jalan ini, berapa kerugian yang ditimbulkan," ujarnya.

    Ia menyampaikan jembatan tersebut merupakan jembatan yang dibangun pada masa Belanda dan rehabilitasi pada 1994.

    Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni meminta masyarakat di daerah untuk mempermudah pihak yang mengerjakan pembangunan jembatan baik bersifat sementara maupun permanen sehingga pengerjaannya dapat cepat selesai.

    "Kami siap membantu pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan ini," kata dia. Ia mengatakan dukungan tersebut karena jembatan itu merupakan sarana utama tidak saja untuk perekonomian warga di daerah itu namun juga Sumbar.

    Baca juga berita Jembatan lainnya di Tempo.co

    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.