Jual Saham Demi Kampanye, Sandiaga: Harta Ini Titipan Allah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno melihat poster bernada penolakan terhadap dirinya saat berkampanye di Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa, 11 Desember 2018. Foto: Istimewa

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno melihat poster bernada penolakan terhadap dirinya saat berkampanye di Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa, 11 Desember 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengatakan dirinya tak pernah hitung-hitungan mengenai jumlah uang yang ia keluarkan untuk membiayai kampanye. Sebab, kata Sandiaga, semua kampanye yang ia kerjakan untuk memenangkan dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019 tersebut menentukan nasib rakyat Indonesia.

    BACA: Dialog Sandiaga dengan Drijon, Pedagang yang Menyuruhnya Pulang

    "Semua harta yang kita miliki ini ialah titipan Allah. Dan ini bukan tentang saya, bukan tentang Pak Prabowo. Ini tentang nasib rakyat Indonesia kedepan," kata Sandiaga Uno lewat akun Twitternya pada Selasa, 11 Desember 2018.

    Sebelumnya, Sandiaga Uno telah menjual beberapa persen saham yang ia miliki di perusahaan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Tercatat, pada Oktober dan November 2018 Sandiaga telah sembilan kali menjual saham Saratoga atau dikenal dengan emiten SRTG. Ia mempergunakan hasil penjualan saham tersebut untuk biaya pergi berkampanye di sejumlah daerah di Indonesia.

    Adapun, nilai saham yang diuangkan oleh Sandiaga Uno mencapai lebih dari setengah triliun rupiah, tepatnya Rp502,95 miliar. Jumlah saham milik Sandiaga di SRTG saat ini berkurang dari sebelumnya 702,71 juta saham menjadi 672,62 juta saham.

    Sandiaga mengatakan keputusan dirinya untuk menjalankan kampanye dengan cara menjual beberapa saham yang ia miliki merupakan niatan dirinya sebagai bagian untuk beribadah. Apalagi, dalam konteks Pilpres 2019, banyak masyarakat yang ingin bertemu dengan calon pemimpin sekaligus mengerti program-program yang ditawarkan.

    Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa jika dirinya ingin hidup tenang, mungkin ia akan melanjutkan karirnya sebagai pengusaha bukan menjadi politisi. Tapi, ada banyak masyarakat yang saat ini menginginkan adanya perubahan khususnya pada sektor ekonomi.

    "Tapi ada ratusan juta rakyat Indonesia yang menginginkan adanya perubahan dalam pengendalian ekonomi," kata Sandiaga.

    BACA: Sri Mulyani Jawab Kritik Sandiaga soal Swasta Danai Infrastruktur

    Sementara itu, pernyataan Sandiaga tersebut dikeluarkan melalui akun twitter resminya sekitar pukul 21:38 WIB pada, Selasa. Ada dua cuitan yang diunggah oleh Sandiaga melalui akun twitternya menanggapi penjualan saham untuk keperluan kampanye tersebut.

    Hingga Rabu, 12 Desember 2018 pukul 19.12 WIB, cuitan pertama Sandiaga telah disukai sebanyak 3.438 akun, diretweet sebanyak 1444 kali serta dikomentari sebanyak 209 akun. Sedangkan cuitan kedua telah disukai sebanyak 6.947 kali, diretweet sebanyak 2738 kali serta dikomentari oleh 605 akun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.