Rupiah Menguat Seiring Meredanya Tensi Perang Dagang AS - Cina

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore, 12 Desember 2018, menguat sebesar 23 poin ke posisi Rp 14.601 dibandingkan sebelumnya Rp 14.624 per dolar AS.

    BACA: Hari Ini Rupiah di Jisdor Menguat ke Level Rp 14.577 per Dolar AS

    Kepala Riset Monex Investindo futures Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan meredanya tensi dagang antara Amerika Serikat dengan Cina memicu aset mata uang berisiko kembali dilirik pelaku pasar uang. "AS dan Cina melakukan pembahasan untuk tahap berikutnya setelah penundaan pengenaan tarif sepanjang 90 hari," katanya.

    Ia mengharapkan ketegangan antara kedua negara itu cepat mereda sehingga tidak menimbulkan gejolak di pasar valas negara berkembang, termasuk Indonesia.

    Analis CSA Research Institute, Reza Priyambada menambahkan intervensi yang dilakukan Bank Indonesia di pasar valas menambah dorongan bagi rupiah untuk terapresiasi.

    BACA: Kurs Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Terbebani Faktor Eksternal

    "Intervensi BI itu mulai dari pasar spot dan pembelian surat berharga negara atau SBN hingga lelang Domestic Non-Deliverable Forward atau DNDF," paparnya.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini, 12 Desember 2018, tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp 14.577 dibanding sebelumnya pada 11 Desember 2018 di posisi Rp 14.613 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.