Jokowi Minta Menkominfo Siapkan Sarana Penunjang Transaksi Nontunai di Pasar Tradisional

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menunjukkan sebuah pakaian hasil pemberian salah seorang pedagang pasar tradisional yang diundang untuk makan siang bersama di Istana Negara, Jakarta, 3 September 2015. Jokowi mengundang 103 pedagang dari 19 pasar tradisional di Jakarta. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo menunjukkan sebuah pakaian hasil pemberian salah seorang pedagang pasar tradisional yang diundang untuk makan siang bersama di Istana Negara, Jakarta, 3 September 2015. Jokowi mengundang 103 pedagang dari 19 pasar tradisional di Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginginkan transaksi di pasar tradisional bisa berlangsung secara nontunai atau cashless. Ia memerintahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang menunjang model pembiayaan seperti ini di pasar.

    BACA: Jokowi Gelar Kuis di Madrasah, Hadiahnya Bukan Sepeda Tapi....

    "Pak Menkominfo nanti dibantu agar cara-cara pembayaran yang cashless sehingga bisa ditempatkan di pasar," katanya saat membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia atau Asparindo di Hotel Arya Duta, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.

    Jokowi meminta agar pedagang-pedagang pasar tradisional mulai dibiasakan bertransaksi secara nontunai. "Harus mulai diintervensi dengan cara-cara seperti itu, diberi pelatihan, sehingga betul-betul pasar rakyat naik tingkat," ucapnya.

    Ia berujar pasar-pasar tradisional harus lebih diperhatikan karena menjadi tempat berkumpulnya produk-produk hasil usaha rakyat. Selain itu, perhatian lebih harus diberikan seiring menjamurnya supermarket.

    "Agar pasar betul-betul survive di tengah hypermarket, supermarket, pasar modern, yang di semua kota ada," tuturnya.

    BACA: Saat Jokowi Kaget Dengar Biaya Sertifikasi Satpam Rp 10 Juta

    Jika diperhatikan, kata Jokowi, produk-produk yang dijual di pasar tradisional bisa bersaing dengan yang ada di supermarket. Ia mencontohkan harga satu ikat bayam dan kangkung di pasar berkisar Rp 2 ribu namun di supermarket mencapai Rp 3.500.

    "Artinya apa? Secara daya saing pasar kita ini menang tapi memang jangan dibiarkan kumuh, becek, tidak ada tempat parkir," ucapnya.

    Menurut Jokowi, untuk menuju pasar tradisional yang lebih modern diperlukan manajemen yang baik. Ia kembali mengulang keyakinannya jika pasar tradisional bisa bersaing dengan supermarket.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.