AirAsia Pindah ke Terminal 2 di Bandara Soekarno Hatta

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat A330-900 AirAsia X

    Pesawat A330-900 AirAsia X

    TEMPO.CO, Jakarta - Seluruh penerbangan maskapai AirAsia mulai tanggal 12 Desember 2018 akan pindah beroperasi dari Terminal 3 ke Terminal 2 sejak jadwal penerbangan pukul 03.00 pagi WIB. Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang di Tangerang, mengatakan perpindahan operasional penerbangan ini sejalan dengan rencana PT Angkasa Pura II (Persero) yang sedang melakukan revitalisasi di Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta.

    Simak: AirAsia akan Buka Rute Lombok-Perth mulai Februari 2019

    Setelah revitalisasi selesai, Terminal 2 akan berubah menjadi terminal Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Proses revitalisasi ditargetkan selesai tiga tahun mendatang atau pada tahun 2021.

    "Langkah positif dilakukan AirAsia. Sebab nantinya diharapkan seluruh penumpang domestik dan internasional AirAsia yang berada di Terminal 2 tentu akan semakin nyaman dengan selesainya revitaliasi," kata Febri, Rabu, 12 Desember 2018.

    Dengan revitalisasi, menurut Febri, tidak hanya memudahkan pengguna jasa, tetapi juga akan meningkatkan daya tampung penumpang di terminal 1 dan 2. Dengan kapasitas sembilan juta penumpang di masing-masing terminal, nantinya akan menjadi 25 juta penumpang.

    Bukan hanya itu saja, nantinya Terminal 2 akan terkoneksi seperti Terminal 3. Sehingga semua sub terminal seperti 2D, 2F dan lain sebagainya akan terhubung tanpa ada pemisah. "Sehubungan dengan perpindahan ini, kami mengharapkan agar para pengguna jasa memperhatikan tiket yang telah dipesannya agar tidak salah terminal," ujarnya.

    Sehari sebelum AirAsia pindah, pada Selasa 11 Desember 2018, PT Angkasa Pura II (Persero) telah memindahkan terminal maskapai EVA Air dari Terminal 2 ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.