BPH Migas Antisipasi Puncak Konsumsi BBM Natal dan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina, Gigih Wahyu Hari Irianto (dua dari kanan), dan Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina, Basuki Trikora Putra (tiga dari kanan) memaparkan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, 15 Desember 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina, Gigih Wahyu Hari Irianto (dua dari kanan), dan Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina, Basuki Trikora Putra (tiga dari kanan) memaparkan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, 15 Desember 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengantisipasi puncak peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2019.

    Baca juga: Natal dan Tahun Baru 2019, Menhub Minta Ramp Check Bus Pariwisata

    Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa pada konferensi pers Posko Nasional sektor ESDM di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018, menyebutkan bahwa potensi puncak konsumsi BBM akan terjadi tiga kali, yakni 22 Desember, 31 Desember, dan 5 Januari 2019.

    "Khusus untuk bahan bakar 'gas oil', puncaknya pada 5 Januari, sedangkan konsumsi avtur dan gas Elpiji pada 22 Desember," kata Fanshurullah.

    Fanshurullah menjelaskan Satuan Tugas Posko Nasional ESDM di bawah BPH Migas sebagai penanggung jawab. Posko bertugas 18 Desember 2018 sampai 8 Januari 2019.

    Posko Nasional sektor ESDM dibentuk untuk menjamin ketersediaan dan distribusi BBM, gas, listrik dan antisipasi bencana geologi menjelang Natal dan Tahun Baru.

    Badan usaha di bidang penyediaan BBM, gas, dan listrik ditangani oleh PT Pertamina (Persero), PT AKR Corporindo Tbk, PT PLN (Persero), PT PGN (Persero) dan PT Pertagas Niaga.

    Untuk ketersediaan BBM, Pertamina telah mengantisipasi dengan menambah titik lokasi penyalur, yakni penambahan mobil dispenser, baik di jalan tol, maupun jalan menuju tempat pariwisata dari 9 menjadi 16 titik.

    Selain itu, kantong BBM ditambah dari 44 lokasi menjadi 54 lokasi; BBM Kemasan yang disiapkan Pertamina dari 2,5 kiloliter (KL) menjadi 3,7 KL. Pangkalan gas Elpiji juga ditambah dari 28 ribu menjadi 37 ribu lokasi.

    Ifan menambahkan Satgas Posko Nasional akan melakukan koordinasi dan pengawasan distribusi BBM, gas, dan listrik di titik konsentrasi Natal, seperti Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    Sementara itu untuk titik jalur wisata yang menjadi konsentrasi satgas, yakni Bukittinggi, Pangkal Pinang, Anyer, Puncak-Bogor, Lembang-Bandung, Yogyakarta, Malang, Bali dan Bunaken-Manado.

    "Setiap hari tim Satgas ESDM akan memonitor ke berbagai titik seluruh Indonesia, terutama tempat-tempat masyarakat merayakan Natal dan tempat wisata di Indonesia," kata Ifan soal persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.