Kurs Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Terbebani Faktor Eksternal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di sebuah Money Changer di bilangan Kwitang, Jakarta (22/10).  TEMPO/Muhammad Auliya

    Suasana di sebuah Money Changer di bilangan Kwitang, Jakarta (22/10). TEMPO/Muhammad Auliya

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi ini melemah sebesar lima poin menjadi Rp 14.616 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.549 per dolar AS. Ekonom dari Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, mengatakan faktor eksternal masih menjadi salah satu yang membebani pergerakan rupiah.

    Baca: Tiga Jurus Strategi Bank Indonesia Intervensi Rupiah

    "Dolar AS menguat terhadap mata uang kuat utama dunia seiring ketidakpastian terhadap prospek ekonomi Eropa dan Inggris. Dolar AS kembali menjadi safe heaven di tengah ketidakpastian tersebut," kata Mikail, Selasa, 11 Desember 2018.

    Mikail mengemukakan ketidakpastian itu menyusul keputusan Perdana Menteri Inggris Theresa May yang menunda pemungutan suara di parlemen terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa. "Menguatnya dolar AS di pasar global itu kembali menekan rupiah pada hari ini," tuturnya.

    Sementara itu, Analis CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan penguatan dolar AS kemungkinan relatif terbatas setelah beberapa data makroekonomi Amerika Serikat, seperti upah non-pertanian (non-farm payroll/NFP) di bawah ekspektasi. "Kemungkinan, melambatnya data ekonomi AS sebagai imbas dari terjadinya perang dagang," katanya.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Difi A Johansyah, menyatakan, masih stabilnya ekonomi Jawa Timur dari pelemahan rupiah karena struktur ekonominya yang majemuk. Di Jawa Timur terdapat berbagai industri, seperti manufaktur, perdagangan, pertanian, dan maritim sehingga dampaknya tidak terlalu terasa. Hal itu membuat Jatim masih relatih aman. "Skala minimal memang ada dampak, namun Jawa Timur relatif aman dan stabil dan tidak terlalu signifikan," katanya.

    Bahkan, kata Difi, ada beberapa pengusaha Jawa Timur mampu menyiasati kondisi tersebut dengan meningkatkan nilai tambah melalui pencarian pasar baru, khususnya di bidang peralatan rumah tangga. "Imbas pelemahan rupiah hanya terjadi pada beberapa impor bahan baku," ucapnya.

    Baca: Rupiah Melemah Menyusul Keraguan atas Kesepakatan AS - Cina

    Difi menjelaskan, dalam kondisi pelemahan rupiah, dibutuhkan kreativitas dari pengusaha misalnya dengan menyiasati berbagai kebutuhan ekspor. "Oleh karena itu, perdagangan tidak hanya dilakukan dengan negara lain, tapi antarpulau juga harus didorong," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.