Tragedi Papua, Darmin: Semoga Insiden Tak Menyurutkan Pembangunan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang dan Peletakan Batu Pertama Refinery dan PLTU, Bintan, Sabtu, 8 Desember 2018. Dokumentasi: Kemenko Perekonomian

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang dan Peletakan Batu Pertama Refinery dan PLTU, Bintan, Sabtu, 8 Desember 2018. Dokumentasi: Kemenko Perekonomian

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution merespons insiden yang menimpa PT Istaka Karya saat membangun infrastruktur di Nduga, Papua. Dia berharap insiden tersebut tidak menyurutkan percepatan pembangunan yang saat ini sedang berlangsung di seluruh Indonesia.

    Simak: Darmin: Paket Kebijakan Ekonomi 16 Perlu Waktu Menarik Investor

    "Dan saya mengajak untuk turut mendoakan para korban insiden yang menimpa PT Istaka Karya. Semoga insiden ini tidak menyurutkan perjalanan percepatan pembangunan di seluruh Indonesia," kata Darmin di Hotel Bidakara, Selasa, 11 Desember 2018.

    Darmin menyampaikan hal itu saat peluncuran Buku Kemajuan Infrastruktur Nasional, Geopatral Kebijakan Satu Peta, dan menerima penghargaan Bhumandala Rajata. Acara tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta, para Menteri Ekonomi, dan kepala daerah.

    Sebelumnya, para pekerja proyek pembangunan infrastruktur di Nduga, Papua ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata pada 1 Desember 2018. Dalam penembakan itu, beberapa di antaranya merupakan karyawan PT Istaka Karya (Persero) salah satu perusahaan pelat merah.

    Adapun, seperti diberitakan sebelumnya, proses negosiasi antara Istaka Karya dengan ahli waris dari karyawan yang menjadi korban tewas akibat dibunuh kelompok bersenjata di Papua berjalan alot. Keluarga korban menolak dengan besaran santunan Rp 24 juta yang diberikan perusahaan. Kendati demikian, pihak Istaka Karya kemudian menyatakan bahwa jumlah santunan tersebut masih belum final.

    Pemerintah memastikan pembangunan jembatan sebagai bagian dari proyek Trans Papua bakal mulai dilanjutkan lagi pada pekan ini.

    Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha (RPU) Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menjelaskan, sesuai arahan Kementerian PUPR dan Presiden bahwa proyek tersebut akan dilanjutkan dengan jaminan peningkatan keamanan. "Kita sudah membuat kesepakatan dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengawal keamanan di kawasan tersebut," kata Aloysius saat menanti kedatangan jenazah korban penembakan KKB Papua di Lanud Hasanuddin, Jumat, 7 Desember 2018.

    Istaka Karya juga menjamin proyek pembangunan jembatan di Papua bisa selesai sesuai target pemerintah. Meski pengerjaan dihentikan pasca serangan KKB terhadap pekerja Istaka Karya, namun dipastikan proyek tersebut akan segera berlanjut.

    Simak berita tentang Darmin hanya di Tempo.co

    HENDARTYO HANGGI | DIAS PRASONGKO | BISNIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.