Jumlah Penumpang Kereta Yogya Natal dan Tahun Baru Naik 10 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro disambut oleh kepala Stasiun Besar Yogyakarta saat memantau kesiapan armada kereta api jelang liburan Natal dan Tahun Baru, Yogyakarta, 7 Desember 2016. PT. KAI menambahkan jumlah kursi untuk 28 perjalanan KA selain 328 perjalanan KA reguler yang akan dioperasikan selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2017. TEMPO/Pius Erlangga

    Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro disambut oleh kepala Stasiun Besar Yogyakarta saat memantau kesiapan armada kereta api jelang liburan Natal dan Tahun Baru, Yogyakarta, 7 Desember 2016. PT. KAI menambahkan jumlah kursi untuk 28 perjalanan KA selain 328 perjalanan KA reguler yang akan dioperasikan selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2017. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta akan menjalankan sejumlah kereta tambahan untuk mendukung masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 dengan berbagai tujuan, Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

    Baca juga: Natal dan Tahun Baru 2019, Menhub Minta Ramp Check Bus Pariwisata

    "Kereta akan mulai dijalankan pada 20 Desember hingga 6 atau 7 Januari 2019. Nanti kami akan lihat bagaimana kebutuhan masyarakat," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Selasa.

    Kereta tambahan tersebut di antaranya, Argo Lawu dan Argo Dwipangga tambahan yang akan dijalankan dari Solo Balapan tujuan Gambir Jakarta, Taksaka Pagi dan Malam relasi Yogyakarta-Jakarta, Lodaya relasi Solo-Bandung, Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya, serta Mataram Premium relasi Lempuyangan Yogyakarta-Pasar Senen Jakarta.

    Setiap rangkaian kereta tambahan tersebut dapat membawa sekitar 450 hingga 500 penumpang dalam satu kali perjalanan. "Tambahan kapasitas tempat duduk yang kami tawarkan untuk libur panjang akhir tahun cukup banyak," katanya.

    Eko mengatakan tiket untuk kereta tambahan libur panjang akhir tahun sudah dijual dan dapat diakses masyarakat melalui berbagai layanan penjualan tiket termasuk pembelian tiket melalui aplikasi KAI Access. Sampai saat ini ketersediaan tiket untuk libur panjang akhir tahun masih cukup karena secara keseluruhan tiket baru terjual sekitar 70 persen.

    "Jumlah penumpang kereta saat libur panjang akhir tahun akan mengalami kenaikan, terutama saat musim hujan seperti ini karena masyarakat menilai angkutan kereta api relatif lebih aman," katanya.

    Secara umum, lanjut Eko, kepadatan penumpang kereta api saat libur panjang akhir tahun akan terjadi secara merata karena kereta api sudah menerapkan sistem "one man one seat" sehingga tidak ada penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk selama perjalanan.

    Namun demikian PT KAI Daop 6 Yogyakarta memperkirakan kepadatan penumpang di sejumlah stasiun saat libur panjang akhir tahun akan terjadi pada 22-23 dan 30 Desember untuk kedatangan, sedangkan untuk keberangkatan terjadi pada 5-6 Januari 2019.

    "Jika dibanding hari biasa, maka terjadi kenaikan sekitar enam hingga 10 persen," katanya terkait jumlah peningkatan penumpang pada Natal dan Tahun Baru 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.