Bank Indonesia: Oktober 2018, Penjualan Eceran Tumbuh 2,9 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Selasa, 27 November 2018. Dalam pidatonya, Perry Warjiyo memaparkan rencana kebijakan moneter bank sentral pada 2019.  ANTARA/Puspa Perwitasari

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Selasa, 27 November 2018. Dalam pidatonya, Perry Warjiyo memaparkan rencana kebijakan moneter bank sentral pada 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan kinerja penjualan eceran pada Oktober 2018 tumbuh positif. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman Zainal mengatakan hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Oktober 2018 yang tumbuh 2,9 persen (yoy).

    Simak: Bank Indonesia: Pelemahan Rupiah karena Sentimen Global

    Pertumbuhan itu tidak setinggi pertumbuhan IPR September 2018 yang sebesar 4,8 persen (yoy). "Kinerja penjualan eceran didukung oleh penjualan eceran pada subkelompok komoditas Sandang dan kelompok komoditas Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," kata Agusman dalam keterangan tertulis, 10 Desember 2018.

    Agusman mengatakan penjualan eceran diprakirakan terus meningkat pada November 2018. Hal ini terindikasi dari pertumbuhan IPR sebesar 3,4 persen (yoy).

    "Pertumbuhan penjualan eceran diprakirakan masih didorong oleh penjualan subkelompok komoditas Sandang, kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Barang Budaya dan Rekreasi," kata Agusman.

    Hasil survei Bank Indonesia juga mengindikasikan tekanan harga di tingkat pedagang eceran akan mengalami peningkatan dalam tiga bulan mendatang (Januari 2019). Agusman mengatakan indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 163,9.

    Angka itu, kata Agusman, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH sebesar 159,3 pada hasil survei bulan sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.