Landasan Pacu Bandara Juanda Ambles Saat Dilewati Lion Air

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Lion Air dan Batik Air. Dok. TEMPO/Fahmi Ali

    Pesawat Lion Air dan Batik Air. Dok. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta -Landasan pacu atau taxiway yang ada di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo Jawa Timur ambles saat dilalui pesawat Lion Air JT316 dengan rute Surabaya-Banjarmasin.

    BACA: Lion Air Jatuh, Kemenhub Akan Keluarkan Aturan Terbaru

    Legal and Communications Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya, Yuristo, Senin mengatakan pesawat mengalami masalah akibat landasan ambles saat berada di 'taxiway' Bandara Juanda Surabaya, sekitar pukul 16.00 WIB."Notam dari Airnav pukul 17.15 WIB sampai dengan 21.10 WIB, tetapi pada pukul 19.00 WIB perbaikan sudah selesai," ujarnya.

    Ia mengemukakan pesawat dengan nomor registrasi PK-LGQ tersebut kemudian berhasil dipindahkan kembali ke Apron B untuk dilakukan pengecekan dan pemeliharaan.

    "Sejumlah 169 penumpang dalam penerbangan tersebut menunggu kembali di terminal keberangkatan. Rencananya pihak Lion Air akan memberangkatkan para penumpang menggunakan pesawat lain dan tercatat, 8 orang diantaranya memutuskan membatalkan penerbangan menuju Banjarmasin tersebut," katanya.

    BACA: AXA Mandiri Masih Hitung Nilai Klaim Korban Kecelakaan Lion Air

    Ia menyatakan seluruh operasional penerbangan tetap berjalan normal, 'taxiway' yang amblas sementara ditutup untuk dilakukan perbaikan. "Untuk kelancaran operasional, pesawat yang akan berangkat menggunakan 'taxiway' lain," katanya.

    Ia menambahkan penyebab pasti kejadian ini masih akan diinvestigasi, sementara pihak Bandara Juanda berkonsentrasi pada perbaikan di lokasi kejadian. "Hal itu dilakukan agar dapat segera digunakan untuk mendukung kelancaran operasional," katanya.

    Baca berita tentang Lion Air lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.