Sandiaga Ajak Generasi Milenial Terjun ke Sektor Pertanian

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno dan istrinya, Nur Asia saat merayakan ulang tahun Nur Asia di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 28 November 2018. Istimewa

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno dan istrinya, Nur Asia saat merayakan ulang tahun Nur Asia di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 28 November 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan sektor pertanian menjadi prioritas penting dalam visi dan misi pasangan Prabowo-Sandi, menjadi sektor penggerak pencipta lima juta lapangan pekerjaan, harga stabil dan menyejahterakan petani.

    Baca: Sandiaga Sebut Pilpres seperti Basket: Kalah Dulu Menang Kemudian

    "Pertanian ini sektor yang sangat-sangat luar biasa super pentingnya buat kita," kata Sandiaga dalam kegiatan Diskusi Kebijakan Pertanian Capres dan Cawapres 2019 yang dilaksanakan oleh Himpunan Alumni IPB di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, 9 Desember 2018.

    Sandiaga menjadi cawapres pertama yang hadir dalam diskusi kebijakan pertanian capres dan cawapres 2019 tahap pertama yang digelar oleh HA IPB. Dalam paparannya Sandiaga menjelaskan apa saja yang menjadi fokus program pemerintahannya ke depan, sama ketika dirinya mencalonkan diri saat menjadi wakil gubernur DKI Jakarta, menjadikan isu pertanian hal penting yang menjadi perhatian utamanya.

    Dalam diskusi ini pun, Sandiaga juga menghindari mengkritisi pembangunan pertanian yang sudah berjalan lebih kepada mengungkapkan fakta apa saja terkait pertanian yang dijumpainya selama berkampanye di 800 daerah yang sudah didatanginya selama tiga bulan terakhir.

    "Saya sampaikan ke pengamat yang sudah memantau kebijakan pertanian. Kami melihat lima tahun ke depan, kami tidak ingin memicu saling debat," kata Sandiaga.

    Banyak gagasan dan konsep pertanian yang dipaparkannya, salah satunya agropreneur yakni mendorong kaum milenial masuk ke sektor pertanian. "Kalau kita bisa melakukan 'link and match', menghubungkan kepada industri kuliner, ekonomi kreatif dan sebagainya," kata Sandi.

    Menurut Sandiaga langkah awal untuk membentang problematika sektor pertanian dimulai dari perbaikan data pertanian.

    Data menjadi catatan pertama untuk dibenahi, agar data yang tersaji disepakati dan dijadikan pijakan untuk pengambilan keputusan .

    "Yang kami tawarkan bahwa harus benahi dulu datanya, sehingga tahu bahwa data itu yang bisa digunakan untuk membuat kebijakan yang bisa memuliakan petani dan mengangkat bukan saja ekonominya, kearifan-kearifan lokal juga dari pada petani," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.