Survei BI: Harga Pangan Naik Mulai Bayangi Inflasi Desember

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harga Pangan Turun, Inflasi Juli Bakal Rendah

    Harga Pangan Turun, Inflasi Juli Bakal Rendah

    TEMPO.CO, Jakarta -Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan Survei Perkiraan Harga (SPH) BI pada minggu ke-I Desember mencatat inflasi sebesar 0,30 persen. Sementara itu, laju inflasi tahun kalender (year to date/ytd) dan keseluruhan (year on year/yoy) mencapai 2,81 persen.

    Baca juga: BPS Laporkan Inflasi November, Sri Mulyani: Harga Makin Stabil

    Menurut Mirza, kenaikan pada minggu pertama banyak disumbang kelompok volatile food atau pangan bergejolak. "Apa yang naik di minggu pertama secara bulan ke bulan, yaitu telur ayam ras 8,5 persen, bawang merah 6,6 persen, wortel 11,6 persen, kacang panjang 7,1 persen," ujar Mirza saat ditemui di Kompleks Gedung Bank Indonesia, Jumat, 7 Desember 2018.

    Dari data BI, telur ayam ras menyumbang andil inflasi cukup besar yakni 0,06 persen. Selain itu, bawang merah sebesar 0,03 persen dan daging ayam ras 0,02 persen.

    Dari kelompok administered prices atau harga yang diatur pemerintah, tarif tiket udara tercatat menjadi kontributor inflasi minggu pertama dengan laju kenaikan harga sebesar 3,76 persen dan andil sebesar 0,04 persen.

    Adapun, komoditas yang mengalami deflasi antara lain daging sapi sebesar 0,08 persen, udang basah 0,32 persen dan ikan kembung 0,54 persen.

    Komoditas lain yang mengalami deflasi adalah emas dan perhiasan, yakni sebesar 1,72 persen. Jika inflasi pada Desember bisa dijaga di kisaran 0,30 persen, inflasi tahun 2018 dapat berada di bawah 3 persen. 

    "Berarti kita bagus sekali bisa menjaga inflasi tiga tahun ini di sekitar 3 persen dan tahun ini bisa di bawah 3 persen," ujar Mirza.

    Tantangan inflasi pada Desember ini adalah banyaknya aktivitas ekonomi disebabkan oleh belanja Natal dan libur Tahun Baru. 

    Sebab itu, BI dan pemerintah perlu menjaga inflasi bahan makanan agar tetap rendah. Menurut Mirza, BI selalu memperhatikan dua hal dalam menjaga suku bunga: inflasi dan nilai tukar.

    "Kalau inflasi bisa terjaga, paling tidak faktor yang mempengaruhi suku bunga kita bisa kendalikan," kata Mirza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.