Sandiaga Berjanji Bentuk One Kyai for One Center Enterpreneurship

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (tengah), menjadi pembicara dalam pelatihan OK OCE di Kota Gorontalo, Gorontalo, Ahad, 4 November 2018. Sebelum ke Gorontalo, Sandiaga sempat menyambangi Palu dan Sulawesi Barat. ANTARA/Adiwinata Solihin

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (tengah), menjadi pembicara dalam pelatihan OK OCE di Kota Gorontalo, Gorontalo, Ahad, 4 November 2018. Sebelum ke Gorontalo, Sandiaga sempat menyambangi Palu dan Sulawesi Barat. ANTARA/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berjanji bakal membentuk One Kyai for One Center Enterpreneurship jika ia dan Prabowo Subianto menang dalam pemilihan presiden di 2019. Dengan wadah ini, kata Sandiaga, memungkinkan satu kyai memimpin satu pusat pelatihan wirausaha.

    Baca: Saham Saratoga Milik Sandiaga Uno Anjlok 2,37 Persen

    "Jadi desa bisa mandiri, guru ngaji juga punya penghasilan lebih," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018. Ia menyebutkan janji itu saat acara bertajuk "Curhat Kyai Kampung kepada Bang Sandi" di Hotel Syariah Radho Jalan Simpang Kawi, Klojen, Kota Malang, Kamis kemarin.

    Menurut Sandiaga, banyak hal yang harus diperbaiki terutama kebijakan pada guru-guru ngaji yang punya keikhlasan dan keinginan memperkuat rohani anak bangsa. "Insya Allah saya tampung aspirasinya. Kami akan menyejahterakan guru ngaji dan kyai," kata pasangan calon presiden Prabowo Subianto itu.

    Sebelumnya para kyai dan ustadzah yang datang dari berbagai pelosok desa di Malang ini mengeluhkan soal peningkatan kesejahteraan dan ekonomi ke Sandiaga. Harga-harga kebutuhan pokok yang naik, menurut mereka, tidak seimbang dengan penghasilan yang didapatkan.

    Salah satu guru ngaji Sri Handayani dari Bareng menceritakan kini kesulitan karena dana Biaya Operasional Sekolah tak lagi diberikan. "Dulu kami masih dibantu dengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), ini sangat membantu, namun dana itu dihentikan bagi tempat pendidikan yang tidak punya surat yayasan dari Kementerian Hukum dan HAM," kata Sri.

    Sri mengaku kini hanya mendapatkan uang operasional Rp 8.000 per hari. Kalau sebulan, uang operasional yang didapat ditotal hanya Rp 224 ribu.

    Ada juga Habib Salim Asegaf yang mengaku biaya listrik yang tinggi juga membebani kehidupan para kyai kampung. "Bayangkan, pak. Kami nggak punya televisi, juga nggak punya mesin cuci, tapi satu bulan bisa lebih dari tiga ratus ribu. Tiap kali meteran listrik berbunyi deg-degan rasanya," kata Salim.

    Baca: Sandiaga Sebut 'Genderuwo' Membuat Ekonomi Indonesia Lemah

    Menanggapi keluhan-keluhan itu, Sandiaga menjawab pada intinya masalah energi harus dicarikan solusi. "Bangsa ini kaya dengan sinar matahari. Sudah harus kita pikirkan untuk swasembada energi surya dengan membatasi energi fosil. Energi yang terbarukan," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.