Minggu, 16 Desember 2018

Pertengahan 2019, Bus Listrik Jawa Tengah Ditargetkan Beroperasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Listrik Hino yang dipamerkan dalam Ajang GIIAS 2018 di ICE BSD, Rabu 1 Agustus 2018. TEMPO/Kurniato

    Bus Listrik Hino yang dipamerkan dalam Ajang GIIAS 2018 di ICE BSD, Rabu 1 Agustus 2018. TEMPO/Kurniato

    TEMPO.CO, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) untuk mengembangkan angkutan umum ramah lingkungan berupa bus listrik. Rencananya, tahun depan bus listrik ini sudah melayani masyarakat di Jawa Tengah.

    Simak: Singapura Gunakan Bus Listrik di Tahun 2020

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan proyek transportasi bus listrik tersebut merupakan tindak lanjut atas pertemuannya dengan manajemen BNRB beberapa waktu lalu.

    “Pihak PT BNBR sudah bertemu saya dan ingin uji coba dahulu. Oleh karena itu, kami persilakan mereka untuk melakukan uji coba,” kata Ganjar pada Kamis 6 Desember 2018.

    Saat ini, lanjutnya, pihak PT BNBR sudah mulai melakukan uji coba di Jateng. Uji coba dilakukan untuk melihat berbagai hal termasuk penjajakan seperti kelayakannya, manajemenya, cara pembayarannya nanti, hingga pada penentuan tarif.

    “Target kami pertengahan tahun depan proyek ini bisa berjalan,” ujar mantan anggota DPR RI ini.

    Proyek bus listrik dengan menggandeng PT BNBR, ujarnya, merupakan salah satu upaya Pemprov Jateng dalam melakukan proyek aglomerasi transportasi umum di Jateng. “Ini salah satunya, karena ini dari swasta yang berinisiatif bekerja sama dengan kami, maka kami buka ruang untuk mereka.”

    Nantinya, Pemprov Jateng juga akan menyiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek ini. Seperti, tempat pengisian daya listrik di sejumlah tempat.

    “Pasti akan kami siapkan, karena ini listrik, jadi harus ada tempat-tempat charger-nya, harus ada di mana tempatnya nanti kami siapkan. Kami harap proyek ini terealisasi dengan baik sehingga menjadikan Jateng lebih hebat dalam hal penyediaan transportas umum yang baik dan ramah lingkungan,” ucap Ganjar.

    Sementara itu, Direktur Utama BNBR Bobby Gafur Umar menjelaskan pihaknya memang sedang mengembangkan bus listrik untuk mendorong transportasi ramah lingkungan di Jawa Tengah.

    “Kerja sama dengan Jateng ini nantinya untuk trayek Semarang Raya dan Solo Raya. Kami saat ini melakukan uji coba,” ujarnya.

    Bobby menargetkan kajian ini bisa selesai pada kuartal I/2019. Melalui angkutan itu diharapkan bisa mempermudah hubungan antarkota dengan bus yang ramah lingkungan. “Jateng ini pertama. Setelah Jateng, Pulau Bali kami bidik menjadi tempat berikut untuk bus listrik ini.”

    Dia menerangkan bus listrik menjadi salah satu kendaraan masa depan yang akan membantu mengatasi permasalahan polusi udara di kota-kota besar. Dia juga telah bekerja sama dengan perusahaan bus China dalam penyediaan bus listrik ini.

    “Untuk hal ini, kami bekerja sama dengan perusahaan bus listrik terbesar di China bernama BYD. Teknologinya maju sekali. Ketika charge bus 2,5 jam itu bisa untuk menempuh jarak sekitar 250 kilometer,” lanjutnya.

    Sementara itu, untuk Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bus listrik, pihaknya bermitra dengan Karoseri Nusantara Gemilang yang beroperasi di Jalan Raya Kudus-Demak Km 5.

    “Terkait dengan TKDN, kami kerja sama dengan Nusantara Gemilang, pengusaha lokal di Kudus untuk perakitan karoseri bodinya,” kata Bobby.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".