Pemerintah Yakin Penyaluran KUR 2018 Tembus Rp 120 Triliun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Wakil Kepala Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke XVI di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 16 November 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Wakil Kepala Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke XVI di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 16 November 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Surakarta - Pemerintah menyatakan optimistis penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada tahun ini mencapai Rp120 triliun.

    Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, Kamis, mengatakan selama Januari hingga Oktober 2018 penyaluran KUR mencapai Rp113 triliun dan permintaannya terus meningkat semenjak suku bunga ditetapkan sebesar 7 persen.

    Simak: Bunga Rendah Tarik Pelaku UMKM Akses KUR

    "Kami yakin hingga akhir tahun ini (penyaluran) KUR akan mencapai Rp120 triliun dan tahun depan diperkirakan meningkat menjadi Rp140 triliun," ujar Darmin saat peluncuran KUR Khusus untuk Peternakan Rakyat dan BUMN Hadir Untuk Negeri di Desa Kebon Agung Kecamatan Sidoharjo Wonogiri, Kamis 6 Desember 2018.

    Saat ini program KUR yang ditawarkan semakin banyak dibandingkan pada saat pertama kali diluncurkan pada 2007. Pada awalnya KUR sektor pertanian hanya untuk tanaman pangan dan hortikultura namun saat ini diperluas untuk peternakan dan perkebunan.

    Selain itu, lanjutnya, suku bunga sejak 2015 hingga kini mengalami penurunan dari 12 persen menjadi 9 persen dan sejak 1 Januari 2018 kembali diturunkan menjadi 7 persen.

    Darmin mengungkapkan besar KUR untuk sektor produksi ke depan akan diperbesar di mana pada saat ini hanya sebesar 40 persen dari pagu penyaluran. Darmin menuturkan nantinya besar KUR dinaikkan menjadi 50 persen bahkan hingga 60 persen dari pagu penyaluran, sedangkan selebihnya untuk sektor perdagangan.

    Sementara itu pada kesempatan itu KUR Khusus untuk Peternakan Rakyat yang disalurkan bagi peternak di Jawa Tengah sebesar Rp8,9 miliar diberikan kepada 69 anggota kelompok peternakan rakyat.

    Bank yang ditunjuk untuk menyalurkan KUR khusus peternakan rakyat tersebut yakni Bank BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Jateng dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pengayom Tani Sejagat.

    Terkait keluhan masyarakat mengenai masih sulitnya mereka mengakses KUR, Darmin meminta perbankan untuk mempermudah warga dalam memperoleh kredit usaha tersebut.

    "Kepada bank kami minta agar tidak mencari-cari alasan agar petani tidak mendapatkan KUR. Jangan karena tidak punya KTP jadi alasan tidak mendapatkan KUR, bantu mereka dapat KTP," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.