Sabtu, 15 Desember 2018

Pekerja Istaka Karya Ditembak, Mengenal Proyek Trans Papua

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Aparat gabungan terus berusaha mengatasi KKSB yang diduga telah menewaskan 19 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Aparat gabungan terus berusaha mengatasi KKSB yang diduga telah menewaskan 19 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    Istaka Karya adalah salah satu perusahaan yang ditugasi membangun jembatan di segmen 5 Trans Papua. Mereka ditugasi membangun 14 jembatan.  Dari jumlah itu, 11 jembatan sedang dalam proses pengerjaan, sementara sisanya belum mulai.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan pekerja PT Istaka Karya di Papua dalam konpers di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Program pembangunan 14 jembatan di segmen 5 Trans Papua akan dilanjutkan kembali setelah ada rekomendasi dari aparat keamanan. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Selain Istaka Karya, perusahaan pelat merah yang ditugasi untuk membangun jembatan di segmen tersebut adalah PT Brantas Abipraya (Persero). Mereka ditugasi membangun 21 jembatan dan 5 di antaranya masih dalam pelaksanaan. 

    Direktur Utama PT Istaka Karya (Persero) Sigit Winarto mengatakan sebelum terjadinya pembunuhan kepada para pekerjanya di Kabupaten Nduga, Papua, proyek yang dikerjakan perseroan juga sempat mengalami gangguan keamanan. "Sebelumnya pernah ada beberapa kejadian yang relatif bisa kami atasi secara negosiasi dengan warga setempat," ujar Sigit di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

    Kala terjadi gangguan keamanan itu, ujar Sigit, pekerjaan juga sempat dihentikan sementara dan pekerja ditarik kembali ke Wamena. Stelah berdiskusi dan menemukan solusi dengan warga, baru lah para pekerja dikirim kembali untuk melanjutkan proyek. "Gangguan keamanan sangat mengganggu proyek," kata Sigit.

    BACA: OPM Sebut Penyerangan Pekerja di Papua Telah Direncanakan

    Setelah adanya insiden pembunuhan terhadap para pekerja Istaka Karya di wilayah kerja Kali Yigi dan Kali Aurak, Sigit mengatakan 11 proyek pembangunan jembatan yang tengah dikerjakan perseroan pun dihentikan sementara. "Kami akan memulai perkerjaan lagi setelah mendapatkan rekomendasi dari aparat keamanan."

    Menurut Jokowi, pembangunan di Papua penting demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Saya sampaikan kepada Menteri PU (Basuki Hadimulyono) pembangunan jalan di Wamena-Mamugu tetap diteruskan. Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer harus segera diselesaikan," tuturnya beberapa hari lalu.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.