Direktur SDM Pertamina Jadi Presiden Komisaris Tugu Insurance

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koeshartanto, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina. Pertamina.com

    Koeshartanto, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina. Pertamina.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Koeshartanto menjadi Presiden Komisaris Tugu Insurance. Tugu Insurance adalah lembaga asuransi yang menanggung klaim korban Lion Air JT 610, yang jatuh di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 lalu.

    BACA: Pertamina Stop Sementara Pengiriman BBM ke Nduga Papua

    Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance dengan agenda Perubahan Susunan Anggota Dewan Komisaris yang berlangsung hari ini, Kamis, 6 Desember 2018. RUPSLB itu memutuskan mengangkat Koeshartanto sebagai Presiden Komisaris perseroan menggantikan Arief Budiman yang mengundurkan diri.

    Jabatan Koeshartanto sebagai Presiden Komisaris Tugu Insurance akan berlaku efektif sejak tanggal ditetapkannya Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatuhan dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Koeshartanto yang juga menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) sejak April 2018, memiliki komitmen untuk mendorong Tugu Insurance secara serius menggarap bisnis ritel dan melakukan penguatan pada existing business di segmen korporasi.

    Adapun susunan Dewan Komisaris Tugu Insurance, yaitu Koeshartanto menjabat sebagai presiden komisaris, Eddy Porwanto Poo sebagai komisaris, M. Rudy Salahuddin Ramto sebagai komisaris, M. Harry Santoso sebagai komisaris independen, Pontas Siahaan sebagai komisaris independen, dan Adi Zakaria Afiff sebagai komisaris independen.

    BACA: Pertamina Ingin SPBU di Rest Area Jadi Tempat Pertemuan Bisnis

    Sejak mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada Mei 2018 dengan kode saham TUGU, Tugu Insurance yang merupakan Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) melalui kepemilikan saham mayoritas sebesar 58,50 persen, terus berupaya untuk mengembangkan lini produk dan layanan melalui ekspansi ke pasar ritel.

    Hingga awal 2019, untuk memperkuat operasional bisnis ritel, Tugu Insurance akan menambah sejumlah kantor cabang, dan point of sales and services atau POSS. Selama 37 tahun, perseroan fokus melayani nasabah korporasi, khususnya di sektor migas. Sejak pertengahan 2018, perseroan mulai menggenjot pasar ritel yang masih menyisakan potensi yang sangat besar.

    "Kami berharap dalam waktu dekat akan memperkenalkan beberapa produk baru lainnya kepada masyarakat. Saat ini, kami sedang menyiapkan berbagai produk ritel lainnya dengan mengajukan izin kepada OJK selaku Regulator,’’ kata Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna dalam keterangan tertulis Kamis, 6 Desember 2018.

    Konsistensi perseroan untuk masuk ke bisnis ritel mendapat respons positif dari pemegang saham. Hal itu tercermin pada pergerakan harga saham TUGU yang terus memperlihatkan kenaikan dalam sebulan terakhir. Sebagai ilustrasi, pada 5 November 2018, harga saham Tugu berada di level Rp 3.210 per saham, sedangkan 3 Desember 2018, saham TUGU sudah berada di level Rp 3.370 per saham atau naik sekitar 5 persen dalam sebulan terakhir.

    Adapun terkait kinerja perseroan sepanjang periode Januari hingga 31 Oktober 2018 penerimaan premi bruto perseroan (induk) mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan periode sebelumnya dari US$ 131,93 juta menjadi US$ 155,84 juta atau naik sebesar 18,13 persen (yoy).

    Baca berita tentang Pertamina lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.