Sri Mulyani Bocorkan Strategi RI Keluar dari Middle Income Trap

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan laporan semester 1 APBN 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 9 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan laporan semester 1 APBN 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 9 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menargetkan Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap) pada 2045 atau 100 tahun setelah RI merdeka. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan strategi untuk keluar dari middle income trap tersebut sudah tercermin dalam desain kebijakan pemerintah saat ini.

    Baca : Sri Mulyani Terbitkan Aturan Baru Soal Tarif Ekspor CPO Nol

    “Presiden Jokowi menggeser fokus investasi dari infrastruktur ke human resources investment. Dengan demikian Indonesia bisa keluar dari middle income trap pada 2045 saat perayaan 100 tahun kemerdekaan,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara The 8th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Bali, Kamis, 6 Desember 2018.

    Menurutnya terdapat empat syarat agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap. Pertama adalah pembangunan manusia dengan meningkatkan produktivitas. “Makanya sekarang fokus ke SDM tidak hanya pendidikan dan safety net, tetapi juga skill."

    Kedua adalah pembangunan infrastruktur. Ketersedian infrastruktur akan mendorong daya saing dan produktivitas ekonomi di dalam negeri. “Negara yang bisa escape adalah yang bisa menaikkan produktivitasnya. Apalagi untuk Indonesia yang negara kepulauan,” ujarnya.

    Ketiga adalah peningkatan kualitas institusi mulai dari birokrasi, antikorupsi, efisiensi dan kompetensi. Menurutnya, negara-negara yang sudah keluar dari middle income trap seperti Jepang, Hong Kong, Taiwan, Israel, dan Korea, umumnya mereka sudah memiliki birokrasi yang berkualitas baik dari sisi pemerintah maupun swasta.

    “Makanya reformasi birokrasi itu penting sekali. Dan Kemenkeu selama ini menjadi institusi yang sudah melakukannya.”

    Adapun syarat yang keempat, kata Sri Mulyani, adalah terkait dengan policy yang terbuka. “Negara-negara yang melewati middle income trap adalah negara yang selalu terbuka dan mampu memanfaatkan globalisasi untuk mendorong daya saing. Tidak ada negara yang tertutup bisa lewat middle income trap,” ujarnya.

    Sri Mulyani berharap melalui forum AIFED yang mengambil tema “Building for the Future: Strengthening Economic Transformation in Facing Forward Global Evolution”, dapat dirumuskan strategi kebijakan guna menghadapi berbagai tantangan dalam rangka mencapai target keluar dari middle income trap pada 2045.

    Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan pandangannya tentang potensi dan tantangan transformasi struktural ekonomi global serta implikasinya terhadap proses transformasi ekonomi Indonesia. Faktor melimpahnya sumber daya manusia produktif dan meningkatnya kemajuan teknologi harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memacu produktivitas, sehingga mendukung transformasi ekonomi mengarah pada status negara maju.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.