Minggu, 16 Desember 2018

Saham Saratoga Milik Sandiaga Uno Anjlok 2,37 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Salahudin Uno. TEMPO/Seto Wardhana

    PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Salahudin Uno. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. yang di antaranya dimiliki oleh Sandiaga Uno anjlok pada perdagangan hari ini, Kamis, 6 Desember 2018. Saham Saratoga dengan kode emiten SRTG ini tercatat turun sebanyak 2,37 persen ke level Rp 3.710 per lembarnya.

    Baca: Sandiaga Sudah 9 Kali Jual Saham Rp 500 Miliar untuk Kampanye

    Secara year to date, menurut data RTI, sejak awal 2018 kinerja saham SRTG tercatat menuai hasil positif atau naik sebesar 3,63 persen. Namun satu semester belakangan, kinerja saham SRTG tercatat anjlok sebanyak 4,87 persen. Sedangkan, sepekan belakangan saham yang juga dimiliki oleh Sandiaga Uno, calon presiden nomor urut 02 ini terkesan tidur.

    Analis Binaartha Parama Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan sejak awal tahun 2018 pergerakan saham SRTG secara teknikal memang sangat random. "Rata-rata volume perdagangan juga relatif kecil. Untuk rekomendasi saya belum bisa kasih atau berikan," kata Nafan kepada Tempo, Kamis, 6 Desember 2018.

    Sebelumnya, Sandiaga Uno dikabarkan menjual saham yang dimilikinya di PT Saratoga Investama. Berdasar catatan, dalam kurun waktu dua bulan Sandiaga sudah sembilan kali menjual sahamnya. Penjualan saham ini dilakukan, untuk membiayai biaya kampanye dirinya sebagai calon wakil presiden nomor 02 yang berpasangan dengan Prabowo Subianto.

    Adapun, nilai saham yang diuangkan tersebut mencapai lebih dari setengah triliun rupiah, tepatnya Rp 502,95 miliar. Jumlah saham milik Sandiaga di SRTG saat ini berkurang dari sebelumnya 702,71 juta saham, menjadi 672,62 juta saham.

    Baca: Sandiaga Akui Jual Saham karena Tak Ada Perusahaan Menyumbang

    Nafan melanjutkan, kinerja fundamental perusahaan juga cenderung menurun. Hal ini terlihat dari kinerja SRTG pada kuartal III 2018 yang mengalami net loss sebesar Rp 964.4 miliar. Padahal periode yang sama pada tahun yang 2017, perusahaan mengalami net profit sebesar Rp 2.8 triliun. "Sehingga bisa dikatakan bahwa terjadi penurunan pada kinerja fundamental," kata Nafan.

    Simak berita terkait Sandiaga lainnya hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".