Susi Pudjiastuti Bicara Soal Terumbu Karang di Monaco

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti resmi membuka acara Perlombaan Renang pada Kejuaraan Selam Nomor Laut Pangandaran Open 2018 antar Klub Selam Indonesia di Pantai Timur Pangandaran, Sabtu, 17 November 2018. Foto/Dok.Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti resmi membuka acara Perlombaan Renang pada Kejuaraan Selam Nomor Laut Pangandaran Open 2018 antar Klub Selam Indonesia di Pantai Timur Pangandaran, Sabtu, 17 November 2018. Foto/Dok.Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan terumbu karang Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman. Menurut dia, ancaman pemanasan global terhadap terumbu karang juga terjadi di dunia.

    BACA: Luhut Panggil Susi Pudjiastuti Bahas Kapal Sitaan Pekan Depan

    "Tak hanya di Indonesia, di dunia pada umumnya jumlah terumbu karang terus menurun drastis akibat global warming, penangkapan ikan ilegal dan kegiatan merusak manusia lainnya. Ini harus menjadi perhatian bersama," kata Susi Pudjiastuti dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis, 6 Desember 2018.

    Hal inidisampaikan disela kunjungan kerja Susi Pudjiastuti di Monaco. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat dan mempelajari pusat Pusat Ilmiah Monaco (The Scientific Center of Monaco) sebagai referensi pembangunan Pangandaran Integrated Aquarium and Marine Research Institute (PIAMARI) dan Morotai Integrated Aquarium and Marine Research Institute (MIAMARI) yang pembangunannya akan selesai dalam waktu dekat.

    Dalam kunjungan tersebut, Susi dan rombongan delegasi RI diterima oleh Presiden Pusat Ilmiah Monaco, Patrick. Mereka berdiskusi mengenai perkembangan penangkapan ikan ilegal dan kondisi terumbu karang Indonesia.

    Susi Pudjiastuti mengajak semua peneliti untuk ikut menyelamatkan terumbu karang dunia. Susi didampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi dan Duta Besar (Dubes) Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Perancis merangkap Andora dan Monaco, Letjen (Purn) Hotmangaradja MP Pandjaitan mengunjungi Pusat Ilmiah Monaco (The Scientific Center of Monaco).

    Rombongan juga melakukan studi lanjutan dengan melihat-lihat fasilitas yang tersedia di Pusat Ilmiah Monaco didampingi peneliti Biologi Laut, Didier Zocolla. Di hari yang sama, rombongan juga bertemu dengan Honorary Consul RI untuk Monaco, Mahmoud Shaker Al-Abood guna membahas peluang dan hubungan kerja sama kedua negara di bidang kelautan dan perikanan dan hal terkait lainnya.

    Susi Pudjiastuti bersama rombongan juga menghadiri rapat koordinasi Keketuaan Bersama International Coral Reef Initiative (ICRI) di Museum Oseanografi Monaco. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi bertemu dengan Minister Plenipotentiary, Special Adviser to the Prime Minister on Sustainable Development Issues Monaco, Bernard Faultier; Vice-president Chief Executive Officer of the Prince Albert II of Monaco Foundation; dan Margareth Johnson General Manager of Great Barrier Reef Marine Park Authority Australia.

    Pertemuan tersebut merupakan pre-meeting Keketuaan Bersama ICRI 2018-2020 (Indonesia, Monaco, dan Australia) sebelum penyelenggaraan Sidang Umum ke-33 ICRI pada hari berikutnya, 5-7 Desember 2018 di Monaco.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.