Minggu, 16 Desember 2018

Rupiah Melemah ke Level Rp 14.507 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah dalam Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR tercatat melemah. Pada Kamis, 6 Desember 2018, rupiah pada JISDOR berada pada angka Rp 14.507 dari sebelumnya Rp 14.383 per dolar Amerika Serikat.

    Baca: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Analis: Masih Wajar

    Ekonom Institute for Developtment Econimics and Finance, Bhima Yudhistira sebelumnya mengatakan rupiah diproyeksi bergerak melemah tipis ke level 14.480-14.500 per dolar Amerika Serikat. Rupiah melemah karena sentimen global terkait kelanjutan perang dagang masih belum pasti.

    "Dibuktikan dari net sales atau penjualan bersih di bursa saham sepekan terakhir tercatat Rp1,2 triliun. Aksi profit taking di bursa IHSG juga rentan dimanfaatkan spekulan setelah tembus 6.100," kata Bhima ketika dihubungi Tempo, Rabu, 6 Desember 2018.

    Setelah melanjutkan reli penguatan sejak 29 November 2018 dengan nilai tukar Rp 14.408 hingga puncaknya pada 3 Desember 2018 dengan Rp 14.252, rupiah terus tercatat melemah. Pelemahan terlihat sejak 4 Desember 2018 dengan level rupiah di JISDOR Rp 14.293 hingga hari ini, mencapai level Rp 14.500.

    Sementara itu berdasarkan RTI, di pasar sekunder rupiah juga tercatat melemah 0,78 persen hingga pukul 10.15.WIB. Di pasar sekunder rupiah diperjualbelikan pada level Rp 14.502 per dolar Amerika Serikat.

    Analis CSA Research, Reza Priyambada mengatakan rupiah berpotensi melemah akibat laju Dolar Amerika Serikat yang terus menguat. Laju penguatan Dolar Amerika Serikat tersebut terjadi akibat nilai tukar Euro setelah pasar kembali mencermati perkembangan pembahasan anggaran Italia dengan Uni Eropa. "Tentunya kondisi ini dapat kembali menjadi sentimen negatif bagi pergerakan rupiah," katanya.

    Baca: Arus Modal Asing ke Pasar SBN Rp 35 Triliun Kuatkan Rupiah

    Reza sebelumnya memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.450-14.390 per dolar Amerika Serikat. Ia berharap pelemahan rupiah dapat lebih terbatas sehingga memberikan ruang kepada rupiah untuk menguat kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".