Apindo Prediksi Rupiah Tembus 13 Ribu per Dolar AS di 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Hariyadi B. Sukamdani memprediksi rupiah terus menguat hingga Rp 13 ribu per dolar Amerika Serikat pada 2019. Menurut dia salah faktor yang menguatkan rupiah, yaitu harga minyak mentah dunia yang sedang menurun.

    BACA: Rupiah Melemah Menyusul Keraguan atas Kesepakatan AS - Cina

    "Dolar akan turun di bawah 14.000, bisa mencapai 13.800, itu terjadi karena tren harga minyak akan terus turun," kata Haryadi di Kantor Apindo, Rabu, 5 Desember 2018.

    Faktor kedua yang mempengaruhi pergerakan rupiah, kata Haryadi, yaitu soal konversi mata uang. Dia yakin pemerintah dan Bank Indonesia bisa mendorong konversi uang ke mata uang mitra Indonesia, seperti Cina.

    "Kami optimistis bisa konversi mata uang yang selama ini bergantung ke dolar AS, bisa kita koneversi ke mata uang mitra Indonesia, salah satunya Cina," ujar Haryadi.

    Haryadi mengatakan jika konversi bisa terjadi dengan nilai 20 miliar Cina yuan, bisa sangat berefek positif bagi rupiah. Dengan begitu, kata dia, ke depan BI akan merespons dengan penurunan suku bunga acuan.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga mengatakan rupiah memiliki ruang penguatan untuk tembus Rp 13 ribu per dolar AS. Hal itu bisa terjadi, karena dia melihat saat ini tekanan global sedang mereda terhadap Indonesia.

    "Kami masih punya ruang untuk penguatan rupiah. Masih bisa tembus ke arah Rp 13.000, punya, kita masih punya ruang itu. Dengan catatan tidak ada kejadian aneh-aneh lagi," kata Darmin di kantornya, Jakarta, 30 November 2018.

    Namun, kata Darmin, ke depan masih banyak kejadian di dunia yang bisa mempengaruhi arah nilai tukar rupiah. Di mana kejadian-kejadian itu tidak bisa diduga.

    BACA: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Analis: Masih Wajar

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah hari ini. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR tercatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 14.383 pada 5 November 2018.

    Angka tersebut menunjukkan pelemahan 90 poin dari nilai sebelumnya yang sebesar Rp 14.293 pada 4 Desember 2018. Sedangkan pada 5 Desember 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 14.445 dan kurs beli Rp 14.311.

    Angka Rp 15 ribu per dolar AS pertama kali terjadi pada 3 Oktober 2018. Sedangkan pada pergerakan Jumat, 2 November, Rupiah kembali menyentuh Rp 14 ribu.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.