Minggu, 16 Desember 2018

Cerita Pekerja Istaka Karya Selamat dari Pembunuhan di Papua

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokumentasi foto lokasi pembangunan jembatan kali Yigi diperlihatkan pada konpers kasus pembunuhan pekerja pembangunan di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Para pekerja yang menjadi korban itu sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Dokumentasi foto lokasi pembangunan jembatan kali Yigi diperlihatkan pada konpers kasus pembunuhan pekerja pembangunan di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Para pekerja yang menjadi korban itu sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Danrem 172 PVY Kolonel Infanteri Binsar Sianipar mengatakan, salah satu karyawan PT. Istaka Karya yang selamat dalam insiden di Distrik Yall memastikan 19 rekannya tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata atau KKB pada Minggu, 2 Desember 2018.

    BACA: Kata Istaka Karya Soal Kabar 31 Pekerja Dibunuh di Nduga Papua

    Kepastian tersebut diungkapkan Aritonang, salah satu karyawan PT. Istaka Karya yang selamat dan berhasil melarikan diri ke Mbua dengan berlari. Saat ini korban atau Aritonang sudah berada di Wamena, kata Sianipar kepada Antara, di Jayapura, Selasa malam, 4 Desember 2018.

    Dia mengatakan untuk memastikan berapa banyak korban yang tewas dibunuh KKB, pihaknya masih menunggu evakuasi jenazah korban yang akan dilakukan Rabu, 5 Desember 2018.

    Pasukan TNI/Polri saat ini masih berada di Mbua dan telah mengevakuasi 12 orang warga sipil, termasuk karyawan PT. Istaka yang lari ke Mbua saat pembunuhan berlangsung.

    BACA: Istaka Karya: Proyek di Nduga Sempat Mendapat Gangguan Keamanan

    Sejumlah 12 orang itu termasuk guru dan petugas medis yang selama ini bertugas di Mbua, ujar Sianipar melalui telepon selular seraya menambahkan, dievakuasinya warga sipil guna mengantisipasi serangan balik KKB, mengingat Senin malam sempat menyerang Pos TNI hingga menewaskan satu anggota Yonif 755 Kostrad yang berasal dari Merauke.

    Danrem 172 yang wilayahnya meliputi Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Sarmi, Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Nduga, Yalimo, dan Kabupaten Yahukimo itu mengatakan, saat melakukan serangan ke Pos TNI diperkirakan jumlah anggota KKB sekitar 40 orang.

    Namun Sianipar menegaskan saat ini kawasan Mbua sudah berhasil diamankan dari KKB.

    Ketika ditanya jumlah karyawan PT. Istaka Karya yang ikut dalam pengerjaan pembangunan jembatan, Danrem 172 yang membawahi tiga kodim mengatakan, evakuasi korban di Yall akan dilaksanakan Rabu, 5 Desember 2018. "Mudah-mudahan evakuasi dapat dilaksanakan tanpa gangguan berarti," ujar Sianipar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".