Pegawai Istaka Karya Dibunuh, Proyek Trans Papua Jalan Terus

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan pekerja di Papua yang digelar di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Menteri Basuki Hadimuljono bakal terbang ke Wamena, Papua, guna melihat kondisi setelah terjadinya pembunuhan terhadap sejumlah pekerja PT Istaka Karya. REUTERS/Willy Kurniawan

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan pekerja di Papua yang digelar di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Menteri Basuki Hadimuljono bakal terbang ke Wamena, Papua, guna melihat kondisi setelah terjadinya pembunuhan terhadap sejumlah pekerja PT Istaka Karya. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan dugaan pembunuhan terhadap para pekerja PT Istaka karya (Persero) di Kabupaten Nduga, Papua, tidak membuat pemerintah berhenti menyelesaikan program pembangunan jalan Trans Papua.

    Baca: Kelompok Pembunuh 31 Pekerja Istaka Karya Sudah Diidentifikasi

    "Ini tidak menyurutkan semangat kami, akan ada tindak lanjut dari aparat keamanan, tetapi pembangunan akan terus jalan," ujar Basuki di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

    Basuki mengatakan peristiwa itu tidak akan mengganggu target pemerintah untuk membangun Trans Papua. Meski demikian pasca insiden itu pembangunan 14 jembatan di segmen ke-5 Trans Papua dihentikan sementara. "Karena ini hanya jembatan kecil, kalau terganggu pun ini karena force majeur, jadi hal yang wajar."

    Belum lagi jalan tol Trans Papua, menurut Basuki, sangat ditunggu-tunggu warga setempat. Sejauh ini tidak ada penolakan dari warga setempat terkait pembangunan Trans Papua. "Warga tidak ada yang menolak."

    Pemerintah memutuskan menghentikan sementara pekerjaan pembangunan jembatan di segmen 5 ruas Trans Papua yang menghubungkan wilayah Mamugu dan Wamena Setelah adanya pembunuhan itu. Basuki mengatakan pembangunan akan diteruskan setelah adanya rekomendasi dari aparat keamanan di sana.

    Istaka Karya adalah salah satu perusahaan yang ditugasi untuk membangun jembatan di segmen 5 Trans Papua. Mereka ditugasi membangun 14 jembatan. Dari jumlah itu, 11 jembatan sedang dalam proses pengerjaan, sementara sisanya belum mulai.

    Selain Istaka Karya, perusahaan pelat merah yang juga ditugasi untuk membangun jembatan di segmen tersebut adalah PT Brantas Abipraya (Persero). Mereka ditugasi membangun 21 jembatan dan 5 di antaranya masih dalam pelaksanaan.

    "Jadi total ada 35 jembatan di sana, dari Mamugu ke Wamena," ujar Basuki. Menurut dia, sejauh ini jalan antara Mamugu dan Wamena sudah tembus secara keseluruhan, namun belum terhubung dengan sempurna lantaran pembangunan jembatan belum kelar. "Total 278 kilometer Mamugu ke Wamena, untuk logistik yang selama ini dilayani udara."

    Penghentian sementara proyek pembangunan jembatan itu ternyata bukan yang pertama kali terjadi di ruas jalan itu. Sebelumnya Brantas Abipraya juga sudah menghentikan pekerjaannya sejak 4 bulan yang lalu setelah adanya rekomendasi dari aparat keamanan.

    Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan sebanyak 31 pekerja diduga dibunuh kelompok bersenjata pada 2 Desember. Para pekerja Istaka Karya sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?