Gempa Palu Donggala, Korea Selatan Berikan Hibah USD 10 Juta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi korban gempa dan tsunami berada beraktivitas di Kamp Terpadu Desa Loli, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis, 29 November 2018. Hingga kini ratusan jiwa yang terdiri dari balita, anak - anak, dewasa dan lansia masih bertahan di tempat tersebut setelah rumah mereka rusak akibat gempa dan tsunami pada 28 September 2018. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Pengungsi korban gempa dan tsunami berada beraktivitas di Kamp Terpadu Desa Loli, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis, 29 November 2018. Hingga kini ratusan jiwa yang terdiri dari balita, anak - anak, dewasa dan lansia masih bertahan di tempat tersebut setelah rumah mereka rusak akibat gempa dan tsunami pada 28 September 2018. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Korea Selatan memberikan dana hibah sebanyak US$ 10 juta kepada pemerintah Indonesia. Dana hibah tersebut diberikan untuk rehabilitasi gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pascabencana gempa dan tsunami September 2018.

    BACA: Pasca-Gempa Palu, P2TP2A: Waspadai Kekerasan dan Trafficking

    "Pemerintah Korea Selatan telah memutuskan untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia. Kami memutuskan untuk memberikan dana tersebut sebagai bagian dari kerjasama strategis khusus Korea-Indonesia," kata Duta Besar Korea Selatan Kim Chang-beom di di Kantor Kementerian Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Desember 2018.

    Hari ini, Selasa, Pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengelar pertemuan dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom sebagai perwakilan Pemerintah Korea Selatan. Keduanya bertemu untuk melanjutkan pembahasan mengenai rehabilitasi Sulawesi Tengah pascabecana gempa dan tsunami.

    Chang-beom mengatakan dana tersebut sudah termasuk kontribusi sekitar US$ 2,5 juta yang telah diberikan kepada Indonesia setelah bencana terjadi. Sejumlah dana tersebut diberikan dalam bentuk dana segar senilai US$ 1 juta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB pada 11 Oktober 2018.

    BACA: OJK Meminta Nasabah Bank Korban Gempa Palu Melapor Jika ...

    Selain itu, sejumlah dana tersebut diberikan dalam bentuk sumbangan 160 set tenda dan pengiriman dua pesawat militer dari 8-26 Oktober 2018. Serta satu pesawat pengangkut militer dari 9-30 November 2018.

    Kemudian, Chang-beom melanjutkan, sisanya sebanyak US$ 2,5 juta akan diberikan kepada BNPB untuk melanjutkan pemulihan dan rehabilitasi di sana. Sedangkan US$ 5 juta akan diberikan kepada Bappenas. Dana terasebut akan digunakan untuk membantu rehabilisasi dan rekronstruksi sambil menunggu rencana induk (Master Plan) pemulihan Palu dan Donggala yang tengah disusun Bappenas.

    "Hibah US$ 2,5 juta kepada BNPB akan diberikan pada akhir tahun 2018 dan sisanya US$ 5 juta akan diberikan kepada Bappenas dan digunakan mengikuti rencana induk rehabilitasi dan rekronstruktsi pascabencana di sana," kata dia.

    Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan dana ini akan dimasukan sebagai program bantuan hibah multi-tahun Korea International Cooperation Agency atau KOICA. Ia mengatakan dana ini akan digunakan untuk rehabilitasi pascabencana, tsunami, banjir dan likuifaksi tanah yang terjadi di sana.

    "Pemerintah Indonesia akan terus mendorong efektivitas dan efisiensi mitigasi bencana di Indonesia agar dapat meminimalkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur ketika bencana terjadi," kata Bambang.

    Baca berita tentang Gempa Palu lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...