Pertamina Ingin SPBU di Rest Area Jadi Tempat Pertemuan Bisnis

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengerjakan pembangunan rest area km 121-122 di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa barat, 18 Juni 2015. Satu-satunya rest area yang dilengkapi fasilitas musala, pujasera, toilet, dan SPBU, hanya ada di jalur menuju Palimanan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    Pekerja mengerjakan pembangunan rest area km 121-122 di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa barat, 18 Juni 2015. Satu-satunya rest area yang dilengkapi fasilitas musala, pujasera, toilet, dan SPBU, hanya ada di jalur menuju Palimanan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Hutama Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar umum alias SPBU di tempat istirahat alias rest area di jalan tol. Kerja sama itu dituangkan dalam Nota Kesepahaman antara Pertamina dengan Waskita Karya dan kesepahaman antara Pertamina dengan Hutama Karya. 

    Simak: Eks Bos Pertamina Dwi Soetjipto Resmi Jadi Kepala SKK Migas

    Atas kerja sama itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina, Waskita Karya dan Hutama Karya, serta Jasa Marga yang sudah lebih dulu menandatangani Nota Kesepahaman serupa dengan Pertamina. "Sinergi ini sebagai bentuk peran aktif BUMN dalam menjamin pelayanan BBM di sepanjang jalan tol," ujar Rini dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 3 Desember 2018.

    Rini juga mengingatkan agar BUMN bersinergi untuk membina dan mengelola usaha mikro, kecil, dan menengah di setiap area peristirahatan. Dengan demikian produk-produk UMKM tersebut bisa memiliki daya saing dan kualitas hidup masyarakat setempat bisa lebih baik dengan adanya jalan tol.

    Direktur Pemasaran Ritel Pertamina, Mas'ud Khamid menegaskan, sinergi antara Pertamina, Hutama Karya, dan Waskita Karya merupakan langkah penting dalam rangka membangun konektivitas, sehingga bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

    “Kita sama-sama bersinergi melakukan pembangunan, Pertamina membangun infrastruktur energi, sementara Hutama Karya dan Waskita membangun infrastruktur jalan tol. Semuanya harus bersinergi, agar bisa memberikan manfaat dan kemudahan yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Mas'ud.

    Sinergi antar 3 BUMN ini, lanjut Mas'ud, didasarkan pada prinsip-prinsip saling menguntungkan (Business to Business).  Karena itu, kerjasama ini diharapkan memberikan dampak positif penggerak ekonomi nasional.

    Apalagi, menurut Mas'ud, kehadiran rest area dan SPBU sejatinya saling melengkapii. Artinya, tidak lengkap apabila tempat peristirahatan tanpa SPBU, begitu pula sebaliknya. "Rest area yang dilengkapi SPBU bisa menjadi titik-titik pertumbuhan ekonomi baru," kata dia. "Konektivitas harus dibangun lengkap, baik infrastruktur maupun energi."

    Rest area yang dilengkapi dengan SPBU Pertamina, ujar Mas'ud, nantinya akan dibangun dengan konsep yang nyaman dan menarik bagi pengguna jalan tol. Rest area nantinya tidak hanya untuk mengisi BBM dan istirahat, pada saatnya nanti bisa menjadi salah satu titik poin untuk pertemuan-pertemuan bisnis.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.