Libur Natal dan Tahun Baru, KAI: Masih Ada 61 Persen Kursi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama KAI Edi Sukmoro saat menyapa penumpang kereta Sleeper. (dok. PT KAI)

    Direktur Utama KAI Edi Sukmoro saat menyapa penumpang kereta Sleeper. (dok. PT KAI)

    TEMPO.CO, Jakarta - VP Public Relations PT KAI, Agus Komarudin mengatakan masih tersisa 61 persen kursi pada Kereta Api reguler untuk libur Natal dan Tahun Baru 2019. "Kalau kereta api tambahan masih ada 75 persen," tutur dia dalam keterangannya, Senin, 3 Desember 2018.

    Baca juga: KAI Siapkan 394 Perjalanan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

    Agus juga mengatakan pihaknya menyediakan layanan first class kelas Luxury pada KA Argo Bromo Anggrek sebannyak 1.296 seat. Sedangkan, untuk kelas Priority, kata dia, KAI menyediakan sebanyak 4.320 seat untuk KA Argo Parahyangan.

    Agus menuturkan hingga 3 Desember 2018, jumlah tempat duduk pada kelas Luxury masih tersedia sebanyak 72 persen dan untuk kelas Priority masih tersedia sebanyak 45 persen.

    KAI juga memprediksi lonjakan volume penumpang selama 18 hari masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 meningkat sebesar 4 persen atau 5.317.358 penumpang dibanding masa angkutan Nataru tahun lalu.

    Ia menjelaskan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan tiket KA tambahan tersebut dapat melakukan pembelian di seluruh channel resmi penjualan tiket kereta api mulai 16 November 2018. Masyarakat, kata dia, dapat membeli melalui aplikasi ponsel resmi KAI yakni KAI Access, situs kai.id, Contact Center 121/ (021) 121, loket, maupun channel eksternal yang telah bekerja sama dengan KAI seperti gerai minimarket, Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, dan agen resmi KAI lainnya.

    Untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa KA, tutur dia, selama angkutan Nataru 2018-2019, PT KAI menyiapkan 6.172 personel keamanan yang terdiri dari 1.332 personel Polsuska dan 3.876 personel security. Tak hanya itu KAI juga akan mendapat bantuan eksterna dari TNI/Polri sebanyak 950 personel termasuk K-9.

    Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di dalam kereta api dan stasiun. "Akan dilakukan secara mobile juga melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.