Transaksi Uang Elektronik di LRT Palembang Terkendala Fasilitas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian LRT Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 23 Juli 2018. Selain itu, pengerjaan proyek dua jembatan Musi, Musi IV dan Musi VI, dua jembatan layang Keramasan, serta simpang Bandara SMB II, dikebut. Jembatan Ampera, yang merupakan ikon kota empek-empek tersebut, juga dipercantik. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    Rangkaian LRT Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 23 Juli 2018. Selain itu, pengerjaan proyek dua jembatan Musi, Musi IV dan Musi VI, dua jembatan layang Keramasan, serta simpang Bandara SMB II, dikebut. Jembatan Ampera, yang merupakan ikon kota empek-empek tersebut, juga dipercantik. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    TEMPO.CO, Palembang - Transaksi menggunakan uang elektronik untuk pembayaran tarif kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan, masih terkendala sejumlah persoalan. Salah satunya satunya kesiapan fasilitas pendukung.

    Baca juga: Menhub Budi Karya Sumadi: LRT Palembang Akan Tambah Gerbong

    “Saat ini kami telah memberlakukan penggunaan uang elektronik namun masih ada kendala, seperti untuk pengisian ulang uang elektronik di stasiun,” kata Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang, Aida Suryanti, Senin, 3 Desember 2018. 

    Menurut Aida, mesin ATM belum tersedia di semua stasiun LRT. Padahal, untuk efektivitas dan mendukung program pemerintah dalam program Gerakan Nasional NonTunai, mulai 1 Desember 2018 naik LRT menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang diterbitkan 5 perbankan.

    Aida menambahkan waktu sosialisasi penggunaan uang elektronik untuk transaksi LRT dinilai belum terlalu lama. Sementara penumpang LRT sangat beragam.

    “Sementara ini untuk penumpang tujuan dan dari Stasiun Bandara yang wajib menggunakan uang elektronik, namun bagi penumpang dari stasiun-stasiun lain yang telah memilikinya diarahkan untuk tetap menggunakan uang elektronik, sebagai dukungan program Gerakan Nasional NonTunai,” kata Aida.

    Berdasarkan catatan Perseroan, saat ini penggunaan Kartu Uang Elektronik pada saat naik LRT mencapai 37.227 penumpang.

    Aida mengatakan pihaknya terus berupaya dan rutin melakukan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan dalam operasional LRT. “Mengingat sebagai transportasi baru dan pertama di Indonesia, LRT Sumsel masih terus melakukan penyesuaian dan evaluasi dari semua pihak agar semakin baik operasionalnya, sehingga masyarakat akan mulai beralih menggunakan LRT sebagai alternatif transportasi dalam aktivitasnya,“ katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?