Oleh-oleh KTT G20, Sri Mulyani Ungkap Tantangan Generasi Milenial

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memeriksa kelengkapan ruang pertemuan saat inspeksi kesiapan pertemuan IMF - World Bank di Nusa Dua, Bali, Ahad, 7 Oktober 2018. Pertemuan IMF - World Bank berlangsung pada 8-14 Oktober 2018. ANTARA.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memeriksa kelengkapan ruang pertemuan saat inspeksi kesiapan pertemuan IMF - World Bank di Nusa Dua, Bali, Ahad, 7 Oktober 2018. Pertemuan IMF - World Bank berlangsung pada 8-14 Oktober 2018. ANTARA.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai langkah Presiden Joko Widodo berfokus membangun kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur sudah benar. Hal ini dilakukan guna pemerataan serta peningkatan produktivitas dan daya kompetisi Indonesia.

    Menurut bekas Direktur Bank Dunia itu, anak-anak bangsa nantinya mesti menghadapi globalisasi ekonomi, perubahan teknologi, dan dinamika geopolitik yang masih rumit dan menantang. "Ini tantangan yang harus dihadapi dan dijawab oleh generasi milenial kita," kata Sri Mulyani di akun Facebooknya dalam tulisan berjudul "Oleh-oleh dari G20 Leaders - Argentina", Ahad, 2 Desember 2018.

    Sri Mulyani mengatakan banyak tantangan yang belum terjawab, ditambah risiko besar masih melingkupi dan membayangi perekonomian dunia. Misalnya saja lonjakan utang di berbagai negara maju dan negara berkembang, juga kenaikan utang korporasi menimbulkan beban dan resiko ekonomi yang nyata.

    Kendati, sampai saat ini, ujar Sri Mulyani, Indonesia masih memiliki tingkat dan rasio utang yang rendah dan terjaga. "Kita harus terus menjaga kehati-hatian dalam kebijakan fiskal dan memperdalam sektor keuangan untuk menjaga stabilitas dan menghindari gejolak global," kata dia.

    Belum lagi, perang dagang antara negara melahirkan keinginan G20 untuk melakukan reformasi multilateral terhadap organisasi dagang dunia alias WTO. Sehingga, Sri Mulyani mengatakan Indonesia harus menyiapkan materi dan posisi yang jelas dan negosiator yang unggul dalam menghadapi era perang dagang bilateral dan melemahnya mekanisme solusi multilateral yang makin kompleks. 

    Selain itu, Sri Mulyani perekonomian global juga masih dibayangi ancaman dan peluang digital ekonomi terhadap kesempatan dan jenis kerja di masa depan. Perkara itu terus menjadi perhatian G20, selain implikasinya terhadap kebijakan ketenagakerjaan, jaring pengaman sosial, dan perpajakan. 

    "Dunia akan semakin komplek dan globalisasi serta kemajuan teknologi akan memberikan banyak kesempatan untuk maju dan mengejar ketertinggalan, namun juga menyajikan kerumitan dalam mengelola perekonomian dan sosial suatu negara," kata Sri Mulyani. "Indonesia harus makin keras dan cerdas dalam membangun perekonomian."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?