Dukung Energi Nasional, Medco Pertahankan Tingkat Produksi Migas

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melintasi area Kilang Donggi Senoro di Desa Uso, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, 22 Oktober 2016. Kilang LNG Donggi Senoro berkapasitas dua juta ton per tahun yang diperoleh dari pasokan gas PT PHE Tomori dan PT Medco Energi Internasional Tbk yang mengelola lapangan gas di Blok Senoro-Toili  (total volume 250 MMSCFD) dan PT Pertamina EP wilayah Matindok (85 MMSCFD). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Pekerja melintasi area Kilang Donggi Senoro di Desa Uso, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, 22 Oktober 2016. Kilang LNG Donggi Senoro berkapasitas dua juta ton per tahun yang diperoleh dari pasokan gas PT PHE Tomori dan PT Medco Energi Internasional Tbk yang mengelola lapangan gas di Blok Senoro-Toili (total volume 250 MMSCFD) dan PT Pertamina EP wilayah Matindok (85 MMSCFD). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Bogor -PT Medco E&P Indonesia terus mendukung upaya Pemerintah dalam menopang ketahanan energi Nasional dengan komitmen mempertahankan tingkat produksi migas. "Kami akan terus berupaya mempertahankan tingkat produksi di semua lapangan migas kami dan menyelesaikan proyek-proyek migas lainnya, " ujar Senior Manager of Relations Drajat Iman Panjawi di Bogor, Jawa Barat, Minggu, 2 Desember 2018.

    BACA: Indef Anggap Wajar Defisit Perdagangan Melonjak, Kenapa?

    Untuk itu, perusahaan berupaya untuk merealisasikan proyek-proyek utamanya pada 2018 di beberapa wilayah kerja migasnya.

    Beberapa proyek onshore yang telah selesai pada 2018 diantaranya adalah Proyek Pengembangan Lapangan Gas Blok A, di Aceh. Proyek ini akan memasok gas sebesar 58 BBTUD untuk memenuhi kebutuhan industri pupuk, kelistrikan dan industri lain di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

    Proyek lainnya adalah optimasi produksi minyak bumi di Lapangan Lica, Blok South Sumatra, Sumatera Selatan, yang juga mendukung penambahan produksi minyak Nasional. Medco E&P di wilayah kerja offshore yaitu, Medco E&P Natuna baru saja menyelesaikan survei seismik laut 3D di sekitar 85 km dari Pulau Bunguran dan 72 km dari Pulau Subi di wilayah Laut Natuna.

    Dalam melaksanakan proyek-proyek tersebut dan kegiatan operasi lainnya, Medco E&P selalu berkoordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas dan institusi terkait lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.