Pengusaha Truk Sebut Tol Bocimi Tak Bikin Biaya Angkut Turun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana ruas tol Bogor, Cianjur, dan Sukabumi (Bocimi) seksi I di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 7 Juni 2018. Pemerintah memastikan jalan tol Bocimi seksi I Ciawi-Cigombong bisa dimanfaatkan untuk jalur mudik dan balik tahun ini tanpa biaya atau gratis. Jalur sepanjang 15,3 kilometer ini akan dibuka H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1439 Hijriah. ANTARA

    Suasana ruas tol Bogor, Cianjur, dan Sukabumi (Bocimi) seksi I di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 7 Juni 2018. Pemerintah memastikan jalan tol Bocimi seksi I Ciawi-Cigombong bisa dimanfaatkan untuk jalur mudik dan balik tahun ini tanpa biaya atau gratis. Jalur sepanjang 15,3 kilometer ini akan dibuka H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1439 Hijriah. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia menyebut beroperasinya Jalan Tol Ciawi - Sukabumi seksi I, salah satu bagian Jalan Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi atau Tol Bocimi, bisa memangkas waktu tempuh lantaran daerah tersebut terkenal akan kemacetannya. Namun, kehadiran ruas tol anyar itu ternyata tidak lantas memangkas biaya angkut logistik.

    BACA: Jokowi Harapkan Tol Bocimi Genjot Pariwisata Sukabumi

    "Pada dasarnya kehadiran tol baru akan memberikan kami ruang untuk bernafas tetapi tidak serta merta mengurangi ongkos angkut, belum lagi ada biaya yang mesti dibayarkan untuk tol," ujar Wakil Ketua Umum Aptrindo Kyatmaja Lookman kepada Tempo, Minggu, 2 Desember 2018.

    Kyatmaja belum bisa menghitung jumlah rupiah yang bisa terpangkas dari beroperasinya ruas tol anyar itu. Musababnya, jalur bebas hambatan itu baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 1 Desember 2018.

    Kendati kehadiran ruas tol anyar itu, menurut Lookman, bisa menghemat waktu dan kemungkinan mengurangi konsumsi bahan bakar solar pada truk, ia memastikan ongkos angkut tidak bakal berubah. Ia berujar biaya angkut sejatinya sudah sekitar sepuluh tahun tidak berubah.

    "Padahal lalu lintas bertambah macet, upah minimum pekerja naik, bahkan harga spare part truk naik sampai dua kali lipat, jadi bingung kalau berbicara pengurangan ongkos angkut," tutur Lookman.

    BACA: Rini Soemarno: Tol Bocimi Seksi I Diresmikan, Penantian 21 Tahun

    Selama ini, penghitungan biaya angkut bisa dihitung berdasarkan berat barang per kilogram, ukuran barang per meter kubik, atau per trip berdasarkan jenis mobil. Setiap rute tujuan akan memiliki harga yang berbeda dan semakin jauh akan semakin mahal.

    Biaya angkut, kata Lookman, sangat  beragam dan bisa berkisar dari Rp 100 ribu hingga Rp 100 juta. "Tergantung jarak, jenis barang, dan jenis truk," ujar dia. "Tapi bisa di bawah maupun di atas kisaran itu juga ada."

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi I, dari Ciawi hingga Cigombong, di gerbang tol Cigombong 1, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu siang, 1 November 2018. Ia menyebut pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Tol Bocimi telah ditetapkan tahun 1997 dan sudah beberapa kali ganti investor. Artinya, pembangunan memakan waktu hingga 21 tahun.

    Jalan Tol Ciawi-Sukabumi memiliki total panjang 54 kilometer. Jalur bebas hambatan itu dibagi ke dalam empat seksi, yaitu Seksi I Ciawi-Cigombong 15,3 kilometer, Seksi II Cigombong- Cibadak 11,9 kilometer, Seksi III Cibadak-Sukabumi Barat 13,7 kilometer, serta Seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur 13 kilometer.

    Baca berita tentang Tol Bocimi lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.