Bertemu Ratu Belanda, Sri Mulyani Bahas Teknologi Digital dan Inklusi Keuangan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutan saat menghadiri Remark Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) - LPEI Cocktail pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di The Laguna Resort, Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Jefri Tarigan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutan saat menghadiri Remark Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) - LPEI Cocktail pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di The Laguna Resort, Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Jefri Tarigan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan pertemuan bilateral dengan Ratu Kerajaan Belanda, Ratu Maxima. Pertemuan itu dilakukan di sela-sela acara G20 di Buenos Aires, Argentina, 30 November 2018.

    BACA: Prabowo Kritik Utang, Luhut: Negara Kita Gak Miskin - miskin Amat

    Sri Mulyani menjelaskan dalam pertemuan itu, mereka membahas mengenai peran teknologi digital dalam mendorong inklusi keuangan dan dalam meningkatkan peran wanita dalam ekonomi. “Ratu Maxima menyampaikan terima kasih atas partisipasi saya dalam forum diskusi menyangkut peningkatan inklusi keuangan dalam pemberdayaan peremouan,” kata Sri Mulyani seperti ditulis dalam instagram pribadinya @smindrawati, Sabtu, 1 Desember 2018.

    Ratu Maxima, kata dia, juga menyampaikan hasil kajian mengenai kebijakan-kebijakan untuk mengembangkan digital ekonomi dan inklusi keuangan. Tak hanya itu, Ratu Maxima, kata Sri Mulyani, menjelaskan tantangan apa saja yang dihadapi untuk membangun sector ekonomi informal menjadi kegiatan formal.

    “Saya berterima kasih atas perhatian Ratu Maxima terhadap kemajuan melalui inklusi keuangan,” kata Sri Mulyani.

    BACA: Di KTT G20, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Menarik untuk Investasi

    Sebelumnya, dalam KTT G20 Sri Mulyani mengatakan perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi baik dan menarik bagi investor. Kondisi tersebut, ujar bekas Direktur Bank Dunia itu, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang stabil pada level 5,17 persen pada triwulan III 2018. Belum lagi outlook inflasi selama 2018 bisa mencapai di bawah 3,5 persen. Dengan kondisi seperti itu, Sri Mulyani mengatakan tren investasi meningkat dan memberikan imbas positif kepada perekonomian.

    "Namun demikian, Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan dan risiko global karena adanya peningkatan tensi perang dagang dan pengetatan likuiditas," kata Sri Mulyani.

    Guna menghadapi tantangan dan risiko global itu, Sri Mulyani sudah menyiapkan sejumlah langkah dan strategi. Salah satunya yaitu dengan mengeluarkan 16 paket kebijakan ekonomi, termasuk penyederhanaan izin perusahaan melalui online single window untuk investasi dan memperluas pemberian insentif fiskal melalui tax holiday dan tax allowance.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!