Di KTT G20, Jusuf Kalla Suarakan Pentingnya Ekonomi Digital

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua dari kiri belakang), berfoto dengan para pemimpin G20 dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat, 30 November 2018. Di sela-sela KTT tersebut, JK diagendakan bertemu dengan Pemerintah Argentina, Arab Saudi, Turki, Brasil dan Australia. REUTERS/Kevin Lamarque

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua dari kiri belakang), berfoto dengan para pemimpin G20 dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Jumat, 30 November 2018. Di sela-sela KTT tersebut, JK diagendakan bertemu dengan Pemerintah Argentina, Arab Saudi, Turki, Brasil dan Australia. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyuarakan pentingnya pengembangan ekonomi digital sebagai model bisnis yang inovatif untuk pemerataan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan inklusif keuangan. JK menyampaikannya pada hari pertama KTT G20 yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina pada 30 November - 1 Desember 2018.

    BACA: Perang Dagang Amerika - Cina Membayangi Pembicaraan KTT G20

    “Era digital telah mengubah hidup kita, sehingga kita harus memastikan semua manfaat era digital ini dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” kata JK dalam pidato intervensinya melalui siaran tertulis tim media wakil presiden.

    Pada KTT G20 kali ini, Indonesia banyak mengangkat mengenai ekonomi digital, terutama tentang pemanfaatan perkembangan teknologi untuk pertumbuhan inklusif dan pembangunan berkelanjutan.

    Tema ekonomi digital juga menjadi salah satu fokus pada pertemuan tahunan IMF World Bank pada Oktober 2018 lalu di Bali. Saat itu, Indonesia telah mendorong Bali Fintech Agenda untuk menjadikan fintech sebagai salah satu elemen pendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan.

    BACA: Putra Mahkota Saudi Bertemu Presiden Xi Jinping, Bicara Apa?

    Tema KTT G20 di Argentina adalah Building Consensus for Fair and Sustainable Development, dengan penekanan pada tiga pilar prioritas utama. Antara lain infrastruktur untuk pembangunan (infrastructure for development), peningkatan keterampilan digital untuk masa depan (future of work), dan masa depan pangan yang berkelanjutan (sustainable food future).

    Ketiga pilar prioritas tersebut sejalan dengan kepentingan Indonesia dalam menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi, meminimalisir dampak negatif, dan memanfaatkan perubahan teknologi untuk mendorong pertumbuhan inklusif.

    Selain itu, KTT G20 juga mengangkat pembahasan isu-isu global, di antaranya komitmen atas pentingnya kerja sama multilateralisme dan ekonomi global yang kuat; penggunaan kebijakan moneter, fiskal, dan struktural dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif; serta komitmen terhadap perdagangan internasional sebagai sumber pertumbuhan, lapangan kerja.

    KTT G20 adalah pertemuan tingkat Kepala Negara/Pemerintah yang diadakan setiap tahun dan beranggotakan 19 negara dan 1 kelompok regional (Uni-Eropa). G20 secara kolektif mewakili 85 persen persen GDP dunia, 75 persen perdagangan global, dan dua per tiga penduduk dunia.

    KTT G20 merupakan forum negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia yang terbentuk sejak  1999 untuk awalnya berkumpul para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank. Sejak tahun 2008, G20 meningkat menjadi forum tingkat Kepala Negara /Pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.