Kemenhub Kawal Rekomendasi KNKT Agar Dilaksanakan Lion Air

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban jatuhnya pesawat melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Keluarga korban jatuhnya pesawat melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Polana Banguningsih Pramesti mengatakan pihaknya akan mengawal dua rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transpotasi (KNKT) dari laporan awal investigasi kecelakaan Lion Air PK-LQP.

    Baca juga: Lion Air Bantah Larang Keluarga Korban Gugat Boeing

    "Kami akan memastikan dan mengawal rekomendasi KNKT ini agar dilaksanakan oleh Lion Air," kata dia dalam keterangannya, Jumat, 30 November 2018.

    Adapun rekomendasi yang dikeluarkan oleh KNKT, pertama, meminta Lion Air menjamin implementasi dari Operation Manual Part A subchapter 1.4.2 dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan dan untuk menjamin pilot dapat mengambil keputusan untuk meneruskan penerbangan atau tidak. Rekomendasi kedua, Lion Air menjamin semua dokumen operasional diisi secara tepat.

    Polana menugaskan inspekturnya untuk ikut bersama tim investigasi KNKT menuju Seattle, Amerika Serikat. Di sana, mereka akan melakukan uji terbang menggunakan simulator Boeing.

    Ia menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan penerbangan, apalagi dalam menghadapi masa angkutan udara Natal dan Tahun Baru 2019.

    "Saya ingatkan, core business dalam penerbangan adalah safety. Kita punya 3S+1C (Safety, Security, Services + Compliance), namun yang terpenting adalah keselamatan, tidak ada toleransi dalam keselamatan, ini no go item, harus dipenuhi bila ingin berangkat," kata dia.

    Pasca kecelakaan Lion Air JT610, kata Polana, Kemenhub telah mengambil langkah-langkah penanganan dan antisipasi. Beberapa di antaranya seperti intensifikasi pemeriksaan terhadap seluruh pesawat melalui ramp check dan special inspection terhadap pesawat jenis B 737 Max 8 yang beroperasi di Indonesia. Hasilnya, pesawat-pesawat tersebut memenuhi persyaratan laik terbang.

    Audit khusus juga telah dilakukan terhadap Lion Air dan batam Aero Teknik. "Kami juga lakukan audit khusus kepada Lion dan Batam Aero Teknik, hasilnya telah kami sampaikan sebagai referensi dalam investigasi yang dilakukan KNKT," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.