Lowongan Kerja, Ahli E-Commerce Banyak Dicari Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesempatan Makin Terbuka, 12 Ribu Lowongan Pekerjaan Menanti

    Kesempatan Makin Terbuka, 12 Ribu Lowongan Pekerjaan Menanti

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsultan rekrutmen pekerja Robert Walters memperkirakan tren lowongan kerja pada 2019 masih akan didominasi di bidang digital. Country Manager Robert Walters Eric Mary, mengatakan para pekerja di bidang digital terutama e-commerce dan start up banyak dicari sejalan dengan tumbuhnya industri digital di Indonesia.

    Baca: Pertamina Buka Lowongan Spesialis Peneliti Energi Berkelanjutan

    "Perubahan konsumsi akibat digitalisasi mengakibatkan perubahan permintaan pasar kerja dan juga ketrampilan yang dinginkan," kata Eric di Gedung World Trade Center, Jakarta Selatan, Kamis 29 November 2018.

    Robert Walters merupakan sebuah perusahaan multinasional yang menjadi konsultan di bidang perekrutan pekerja. Perusahaan ini banyak membidangi perekrutan pekerja di bidang akuntasi, perbankan dan jasa keuangan, hukum, sales dan marketing, sumber daya manusia, teknologi informasi hingga manajemen umum.

    Eric menjelaskan para pekerja di sektor digital seperti e-commerce masih banyak dicari seiring mulai kompetitifnya industri ini dengan tingkat pertumbuhan mencapai 50 persen. Meski permintaan pekerja di industri ini tumbuh, para pekerja yang memiliki kemampuan di bidang ini cenderung rendah. "Karena pekerjaan ini jenis baru, jadi seperti berlian sulit dicari dan baru," kata Eric.

    Eric mengatakan beberapa posisi yang masih banyak dicari misalnya head of digital, head of product, e-commerce manager, social media manager hingga user interface manager. Ia mengatakan di industri ini ada potensi permintaan rekrutmen yang kuat pada 2019.

    Para perusahaan mencari talent atau pekerja profesional yang memiliki keahlian dalam data science dan analitik. Khususnya para pekerja yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi big data dan memprediksi perilaku pelanggan.

    Baca berita lainnya tentang lowongan kerja di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.