Laba Bersih Adhi Karya Melonjak Menjadi Rp 335 Miliar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengecek rangka baja saat pembuatan beton pracetak di fasilitas milik PT Adhi Persada Beton (APB) anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk di Sadang, Purwakarta, Jawa Barat, 29 April 2015. Produk beton precast APB ini selain untuk memenuhi kebutuhan internal proyek-proyek konstruksi ADHI juga menyuplai ke Papua dan ekspor ke Timor Leste. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja mengecek rangka baja saat pembuatan beton pracetak di fasilitas milik PT Adhi Persada Beton (APB) anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk di Sadang, Purwakarta, Jawa Barat, 29 April 2015. Produk beton precast APB ini selain untuk memenuhi kebutuhan internal proyek-proyek konstruksi ADHI juga menyuplai ke Papua dan ekspor ke Timor Leste. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. hari ini melaporkan pencapaian laba bersih Rp 335 miliar hingga September 2018. Laba bersih perusahaan berkode saham ADHI ini naik 63,6 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 205 miliar. 

    Baca: Proyek LRT Dihentikan Sementara, Begini Respons Adhi Karya

    "Peningkatan laba bersih tersebut didukung dari perolehan pendapatan usaha di September 2018," kata Corporate Communication Adhi Karya, Farid Budiyanto, Kamis, 29 November 2018.

    Farid menyebutkan, pada September 2018 perusahaan memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp 9,43 triliun. Nilai pendapatan usaha itu meningkat 8,2 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8,71 triliun.

    Perolehan laba kotor ADHI, kata Farid, sebesar Rp 1,48 triliun. Angka tersebut menunjukkan peningkatan 47,1 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,01 miliar.

    Pada 2017, korporasi konstruksi badan usaha milik negara itu membukukan laba bersih Rp 205,07 miliar selama Januari-September 2017. Artinya, laba bersih meningkat 78 persen dibanding periode yang sama 2016 dengan nilai Rp 115,18 miliar.

    Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di laman Bursa Efek Indonesia, Adhi Karya membukukan peningkatan pendapatan sebesar Rp 8,7 triliun sampai 30 September 2017. Angka itu naik 53 persen ketimbang periode yang sama 2016 sebesar Rp 5,69 triliun.

    Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan perusahaan meningkat 50 persen menjadi Rp 7,7 triliun sampai kuartal ketiga 2018. Sementara pada kuartal ketiga tahun lalu, beban pokok pendapatan perusahaan mencapai Rp 5,13 triliun.

    Baca: Adhi Karya Siapkan Rp 3 Triliun untuk Belanja Modal Anak Usahanya

    Dengan pencapaian itu, laba kotor Adhi Karya mencapai Rp 1,01 triliun sampai kuartal III 2017. Laba kotor tersebut melonjak 82 persen dibanding Rp 555,22 miliar sampai kuartal III 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.