Susi Pudjiastuti Ingatkan Nelayan Cumi Ikut Asuransi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan sambutan di HUT Korpri di Gelora Bung Karno. 25 November 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan sambutan di HUT Korpri di Gelora Bung Karno. 25 November 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapat undangan dari Bupati Belitung untuk melihat musim tangkap cumi. Untuk membuktikannya, Susi berangkat ke tengah laut dari Pelabuhan Tanjung Binga, Kamis, 27 September 2018.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Denda Anak Buahnya Rp 500 Ribu, Jika...

    Susi mengunggah video bersama nelayan cumi di tengah laut Belitung dalam akun Instagram pribadinya, @susipudjiastuti115.

    "Semalam bisa dapat berapa?," tanya Susi kepada nelayan. "Tergantung rezekinya, kadang bisa dapat belasan kilo," jawab nelayan tersebut.

    Susi menanyakan harga cumi sebelum membelinya. Tidak lupa, dia mengingatkan agar nelayan ikut asuransi. Hingga berita ini dibuat, unggahan Susi sudah ditonton lebih dari 391 ribu kali serta dipenuhi lebih dari 4,700 komentar.

    Isi komentar beragam, mulai dari memuji, ajakan ke tempat lain yang sedang musim cumi, ke tempat yang lautnya bermasalah atau sekadar komentar "iseng" para netizen. Pemilik akun @roinxs46 mengajak Susi ke Karimunjawa yang sedang musim cumi.

    "Ditunggu kedatangannya bu Menteri di Karimunjawa," ucap pemilik akun.

    Akun @novita_rukmanalis melaporkan masalah di tempatnya dengan harapan mendapat perhatian dari Susi Pudjiastuti. "Bu tolong mampir juga ke Kalimantan Timur, ibu juga perlu untuk mendengar soal lumba-lumba air tawar, tahun ini rekor bu, 10 ekor yang mati," katanya.

    Sedangkan akun @itsjohnmartint mengatakan bahwa Jakarta sedang musim jomblo. Komentar sejenis disampaikan oleh @andresayres. "Lagi musim dideketin tapi gak dijadiin pacar, Bu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?