Luhut Yakin Pemerintah Bakal Anggarkan Rp 200 Triliun untuk TNI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan), didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri), berjalan menuju ruangan pembukaan Our Ocean Conference di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. Presiden Jokowi membuka Our Ocean Conference 2018, yang digelar pada 29-30 Oktober 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center. ANTARA/MediaOOC2018/Prasetia Fauzani

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan), didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kiri), berjalan menuju ruangan pembukaan Our Ocean Conference di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. Presiden Jokowi membuka Our Ocean Conference 2018, yang digelar pada 29-30 Oktober 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center. ANTARA/MediaOOC2018/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan kenaikan anggaran Tentara Nasional Indonesia atau TNI akan disesuaikan dengan pertumbuhan pendapatan negara. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menjelaskan bahwa saat ini pemerintah mengalokasikan belanja pertahanan sebesar 0,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). Ke depan, alokasi akan ditingkatkan seiring dengan peningkatan penerimaan pajak.

    BACA: LRT Jabodebek Dihentikan Sementara, Luhut Pastikan Rampung Sesuai Target

    Luhut mengungkapkan saat ini pajak berkontribusi sebesar 83,1 persen penerimaan negara. Melalui reformasi fiskal, dia meyakini tahun depan penerimaan pajak naik dengan rasio pajak 11-12 persen.

    “Dengan perubahan ini, secara rasional anggaran untuk TNI dapat bertambah menjadi Rp 150 triliun - Rp 200 triliun dalam dua sampai empat tahun ke depan. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan, pendidikan, dan persenjataan dengan membangun industri pertahanan dalam negeri,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 November 2018.

    Guna mendukung rencana pemerintah tersebut, Luhut mengatakan stabilitas dalam negeri mutlak diperlukan. Menurutnya, salah satu peran penting TNI adalah menjaga stabilitas nasional dengan tetap mengedepankan netralitas.

    Luhut menyampaikan proyeksi peningkatan anggaran TNI saat acara Apel Danrem-Dandim Terpusat 2018 di Pusat Kesenjataan Infantri (Pussenif) Bandung, Senin, 26 November 2018. Kepada para juniornya itu, bekas Komandan Pussenif ini mengemukakan keadaan ekonomi Indonesia yang terus bertumbuh.

    “Jika pada 2000 kita berada di peringkat 24 dunia maka pada 2017 kita berada di peringkat 16 dunia,” ujarnya.

    Luhut optimistis peringkat akan semakin membaik dengan mengacu pada fundamental ekonomi Indonesia. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi yang sehat, inflasi rendah, menurunnya tingkat kemiskinan dan rasio gini dan didukung dengan pengolahan kebijakan fiskal yang penuh kehati-hatian.

    “Situasi ini akan membawa dampak luas pada generasi 10 tahun ke depan sepanjang bisa menjaga denyut perkembangan ekonomi kita sekarang dengan kinerja yang transparan, profesional, terintegrasi,” tuturnya.

    Luhut menambahkan TNI pun memiliki peran penting dalam implementasi strategi pembangunan Indonesia. Selain fungsi pertahanan dan keamanan, TNI juga ikut berperan dalam membantu implementasi program pembangunan seperti pertanian dan dana desa.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.