Jokowi: Jangan Ragukan Komitmen Saya dalam UMKM

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden pasangan nomor urut dua Joko Widodo (kiri) melihat hasil kerajinan kain songket ketika berkunjung ke sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Tuan Kentang, di Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu Satu, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 25 Juni 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Calon presiden pasangan nomor urut dua Joko Widodo (kiri) melihat hasil kerajinan kain songket ketika berkunjung ke sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Tuan Kentang, di Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu Satu, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 25 Juni 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan komitmen dukungannya kepada pengembangan usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia. "Jangan meragukan komitmen saya dalam UMKM," kata Presiden Jokowi ketika menutup Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia di Hotel Alila Surakarta, Rabu, 28 November 2018.

    BACA: Artha Graha Sebut Tomy Winata Santai Disebut Dukung Jokowi

    Pernyataan Jokowi disampaikan menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. "Menyampaikan aspirasi mengenai UMKM berarti juga menyuarakan aspirasi yang juga saya inginkan karena saya ini alumni UMKM, keluarga saya juga masuk dalam kategori UMKM," katanya.

    Ia menyebutkan usaha anak-anaknya juga masuk kategori UMKM yaitu jualan martabak, jualan pisang goreng. "Kita tahu kontribusi UMKM sangat signifikan, ada sektor 62 juta unit UMKM dan mempekerjakan 116 juta orang, jumlah jumlah sangat besar, artinya mayoritas atau lebih dari 80 peran tenaga kerja Indonesia berada di sektor UMKM, " katanya.

    Bahkan, lanjut Kepala Negara, kontribusi UMKM pada PDB Indonesia mencapai 60 persen sehingga pemerintah menegaskan komitmen berpihak kepada UMKM.

    BACA: Kasus Kemah Pemuda, Istana Minta Dahnil Tidak Bawa-Bawa Jokowi

    Menurut dia, pemerintah juga sudah menurunkan bunga kredit usaha rakyat atau KUR dari 24 persen menjadi tujuh persen. Sementara PPh untuk pelaku UMKM juga turun dari satu persen menjadi 0,5 persen.

    Dia menyebutkan terkait Paket Kebijakan Ekonomi XVI, Presiden mengatakan tidak ada masalah yang mengenai tax holiday dan devisa hasil ekspor. "Yang ada masalah relaksasi DNI, ini sudah disampaikan oleh Ketua Kadin, Ketua Hipmi yang komplain dengan masalah itu," katanya. Presiden menyebutkan rancanyan Perpres terkait perubahan DNI belun sampai ke meja Presiden. "Barangnya itu belum sampai ke istana, Perpresnya belum saya tanda tangani. Jadi nggak perlu ragu. Saya pastikan akan saya keluarkan DNI dari relaksasi DNI, dah, saya putuskan di sini," kata Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.