Darmin Sebut Promo 11.11 Alibaba Dongkrak Impor Barang Konsumsi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan memilah paket di sebuah pusat logistik ZTO Express selama festival belanja global Alibaba 11.11 di Beijing, China 11 November 2016. REUTERS/Jason Lee

    Seorang karyawan memilah paket di sebuah pusat logistik ZTO Express selama festival belanja global Alibaba 11.11 di Beijing, China 11 November 2016. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut adanya lonjakan impor barang konsumsi pada tahun ini. Kenaikan itu, menurut dia, dipicu oleh transaksi belanja digital alias e-commerce.

    BACA: Darmin Nasution: Program Nawacita Terus Direalisasikan

    Bekas Gubernur Bank Indonesia itu melihat salah satu momen yang mengangkat minat belanja masyarakat Indonesia adalah promo belanja yang dilakukan oleh Alibaba di Cina. "Saat acara Alibaba di Cina (singles day) kemarin, kayaknya banyak orang Indonesia yang belanja, tapi enggak apa-apa, masak distop," ujar Darmin di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu, 28 November 2018.

    Kendati demikian, apabila dilihat berdasarkan persentasenya, impor barang konsumsi tercatat lebih sedikit porsinya ketimbang bahan baku dan barang modal industri. Berdasarkan catatan Darmin, 70-75 persen impor Indonesia adalah bahan baku. Sementara barang modal tercatat 20 persen dan barang konsumsi 10 persen.

    BACA: Darmin: DNI 2018 Tetap Berpihak pada UMKM dan Koperasi

    Berdasarkan laporan dari Alibaba, pada event Single Day 11.11 ini, Alibaba Group Holding Limited mengumumkan total Gross Merchandise Volume (GMV) sebesar RMB 213,5 miliar atau senilai US$ 30,8 miliar atau setara dengan Rp 450 triliun. Tidak disebutkan jumlah transaksi dari Indonesia.

    CEO Alibaba Group, Daniel Zhang mengatakan catatan perolehan tersebut tercatat naik sebesar 27 persen dibandingkan pada 2017. Ia juga mengatakan, perayaan Single Day ini merupakan salah satu hal yang memperlihatkan kekuatan dan kebangkitan ekonomi berbasis konsumsi di Tiongkok.

    Besarnya impor belakangan menjadi isu yang tengah ditangani pemerintah. Besarnya impor mempengaruhi melebarnya defisit transaksi berjalan Indonesia. Menurut Darmin, defisit transaksi berjalan adalah salah satu permasalahan yang sulit diselesaikan dalam jangka pendek.

    Pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menekan impor, antara lain dengan memperluas mandatori biodiesel B20, selain itu pemerintah juga telah menaikkan tarif PPh impor sejumlah barang konsumsi. "Itu bisa langsung berdampak," kata Darmin. Di samping itu pemerintah juga tengah memacu ekspor dan membenahi persepsi dan sentimen pasar. Dengan begitu aliran modal mulai masuk kembali ke dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.