Inalum dan Kejaksaan Agung Jalin Kerja Sama Pendampingan Hukum

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Kementerian Keuangan, INALUM dan Danareksa berfoto bersama Gubernur Papua Lukas Enembe dan jajarannya seusai pertemuan untuk membahas proses alokasi 10 persen saham PTFI untuk Pemerintah Daerah Papua di Gedung Negara, Jayapura, 22 November 2018.  Istimewa

    Perwakilan Kementerian Keuangan, INALUM dan Danareksa berfoto bersama Gubernur Papua Lukas Enembe dan jajarannya seusai pertemuan untuk membahas proses alokasi 10 persen saham PTFI untuk Pemerintah Daerah Papua di Gedung Negara, Jayapura, 22 November 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Holding Industri Pertambangan Inalum (Persero) menjalin kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk meningkatkan kepatuhan dan penanganan masalah hukum dalam bidang perdata dan tata usaha negara.

    BACA: Kata Inalum Soal Gubernur Papua Tolak Proposal Divestasi Freeport

    Kerja sama itu ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara Jamdatun dengan Inalum dan Kajati Sumatera Utara dengan INALUM di Hotel Sheraton, Bali.

    Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin dengan Jamdatun Loeke Larasati Agoestina dan Direktur Pelaksana INALUM Oggy Achmad Kosasih dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang diwakili oleh Wakil Jaksa Tinggi Yudhi Sutoto.

    Inalum mengapresiasi kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Agung. "Kami sangat menyambut baik MoU ini sehingga dalam menjalankan bisnis korporasi, kami perlu pendampingan, pengawalan dan penjagaan oleh Kejaksaan Agung khususnya di bidang perdata dan tata usaha negara," kata Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 November 2018.

    BACA: Inalum: Tidak Ada Walkout Dalam Rapat dengan Gubernur Papua

    Budi mengatakan Inalum mendapat tiga mandat dari pemerintah, yaitu menguasai cadangan dan sumber daya mineral di Indonesia, menjalankan hilirisasi sektor pertambangan, dan menjadi perusahaan kelas dunia.

    Loeke Larasati Agoestina mengapresiasi Inalum yang telah memberikan kepercayaan kepada Kejaksaan Agung untuk menangani masalah hukum terkait perdata dan tata usaha negara. Jamdatun dapat memberikan kajian dari aspek hukum kepada Pemerintah, BUMN dan anak perusahaannya sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya berupa pertimbangan hukum sebagai bentuk pencegahan.

    "Kewenangan hukum yang dimiliki Bidang Datun mencakup pendapat hukum (legal opinion), pendampingan hukum (legal assistance), dan audit hukum (legal audit) dengan harapan dapat memperkecil celah pelanggaran hukum dan meningkatkan kepatuhan," kata Loeke.

    Selain pertimbangan hukum, Jamdatun diberikan wewenang oleh undang-undang untuk melakukan penegakan hukum, bantuan hukum, pertimbangan hukum, tindakan hukum lain, serta pelayanan hukum kepada masyarakat bahkan untuk arbitrase internasional.

    Baca berita tentang Inalum lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.