Menhub Sebut Sektor Darat dan Udara Krusial saat Libur Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Budi Karya mengecek Bandara Ngurah Rai dan juga Pelabuhan Benoa untuk meninjau kesiapan angkutan laut dalam rangka libur akhir tahun.

    Menhub Budi Karya mengecek Bandara Ngurah Rai dan juga Pelabuhan Benoa untuk meninjau kesiapan angkutan laut dalam rangka libur akhir tahun.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya telah mempersiapkan kelancaran transportasi menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2019 atau libur akhir tahun. Ia menjelaskan sektor lalu lintas darat dan udara menjadi dua hal yang paling krusial dalam libur Natal dan Tahun Baru 2019 ini.

    BACA: Libur Akhir Tahun, Mengunjungi Rumah Bundar Museum Perang Tarakan

    "Dua sektor yang paling krusial itu udara dan darat. Khususnya saat ingin mudik. Kita juga sudah mengatur kapan libur dan sebagainya," kata dia di Hotel Mandarin Oriental, Selasa, 27 November 2018.

    Budi Karya menjelaskan Direktur Jenderal Perhubungan Darat juga sudah menyiapkan beberapa konsep dan strategi menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2019. Namun, Budi Karya belum menjelaskan seperti apa konsep tersebut.

    "Mungkin minggu depan kita akan kumpulkan semua stakeholder. Saya yakin, apa yang kita lakukan akan lebih baik," kata dia.

    BACA: Libur Akhir Tahun, Pengrajin Terompet Bisa Raih Omset Rp 100 Juta

    Terkait harga tiket yang meningkat saat libur akhir tahun, ia tak mempermasalahkan asalkan masih berada dalam jangkauan harga batas atas dan batas bawah. Ia juga akan memastikan tak ada angkutan transportasi yang mematok harga lebih tinggi dari batas atas yang telah ditentukan.

    "Oh iya tentu. Selama tidak melampaui harga batas atas berarti dia benar," kata dia.

    Baca berita tentang libur akhir tahun lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?