Kemenhub Targetkan Sertifikasi Pelaut dan Kapal di Bawah 7 GT Rampung 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktorat Jenderal Perhubungan Laut resmi memulai program padat karya di Pelabuhan Labuan Bajo, ProvinsiNusa Tenggara Timur yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari dari tanggal 27 Februari - 3 Maret 2018.

    Direktorat Jenderal Perhubungan Laut resmi memulai program padat karya di Pelabuhan Labuan Bajo, ProvinsiNusa Tenggara Timur yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari dari tanggal 27 Februari - 3 Maret 2018.

    Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan seluruh sertifikasi pelaut dan kapal di bawah 7 gross tonnage dapat rampung pada tahun 2019. "Sertifikasi kapal di bawah 7 GT di Pulau Jawa terus berlanjut dan ditargetkan selesai pada Minggu kedua bulan April 2019," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub R. Agus H. Purnomo dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 26 November 2018.

    Baca juga: Kemenhub Usulkan Truk Kelebihan Muatan Didenda Rp 1 Juta

    Menurut data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, per 20 November 2018, jumlah pelaut tradisional atau nelayan di Pulau Jawa tercatat sebanyak 22.363 orang. Dari jumlah tersebut, baru 1.551 orang pelaut yang telah tersertifikasi, sedangkan 20.812 orang belum.

    Sementara jumlah kapal di bawah 7 GT di pulau Jawa yang telah disertifikasi Ditjen Hubla antara lain 15.848 unit kapal ikan dari total 23.138 unit. Selain itu 292 unit kapal penumpang dari total 295 unit, 405 unit kapal penumpang, dan 25 unit kapal lainnya. Kapal dengan berat kurang dari 7 GT di Pulau Jawa berjumlah total 24.055 unit.

    Dari jumlah kapal dengan berat kurang dari 7 GT, terdapat kapal yang sama sekali belum memiliki sertifikat dan akan diukur serta disertifikasi yaitu Kapal Ikan sebanyak 5.449 unit dan Kapal barang sebanyak 91 unit.

    Adapun jumlah kapal berbendera Indonesia dengan berat lebih dari 7 GT di seluruh Indonesia berjumlah 78.656 unit dan semua kapal tersebut sudah bersertifikat. Agus mengatakan data jumlah kapal tersebut dapat terus bertambah secara langsung dan akan tercatat dalam database online.

    Agus berujar apabila masih ada kapal dan nelayan belum tersertifikasi pada batas waktu yang telah ditentukan, maka Kemenhub bakal melakukan penindakan. Karena itu, ia mengimbau para nelayan dapat memanfaatkan Gerai Pengukuran Ulang Kapal Ikan dan sertifikasi pelaut yang ada di lokasi terdekat dengan sebaik-baiknya. "Sehingga nelayan dan kapalnya bisa mendapatkan sertifikasi sesuai aturan yang berlaku,” tutur Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.