Pertamina Prediksi Konsumsi BBM Naik 4 Persen Selama Natal dan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SPBU darurat melakukan pengisian ulang di tol fungsional Solo Ngawi Jaya KM 21, Karanganyar, Jawa Tengah, 2 Juli 2017. Hari ini merupakan batas terakhir tol fungsional beserta fasilitas pendukungnya termasuk SPBU darurat Pertamina dibuka untuk umum. Tempo/Bram Selo Agung

    Petugas SPBU darurat melakukan pengisian ulang di tol fungsional Solo Ngawi Jaya KM 21, Karanganyar, Jawa Tengah, 2 Juli 2017. Hari ini merupakan batas terakhir tol fungsional beserta fasilitas pendukungnya termasuk SPBU darurat Pertamina dibuka untuk umum. Tempo/Bram Selo Agung

    Jakarta - PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi bahan bakar minyak harian nasional bakal naik rata-rata 4 persen selama Natal dan Tahun Baru. "Perseroan akan meningkatkan stok dan penyaluran BBM Natal dan Tahun Baru dari rata-rata harian normal," ujar juru bicara Pertamina Adiatma Sardjito dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 26 November 2018.

    Baca juga: Pertamina Bentuk Satgas Amankan Stok BBM Natal dan Tahun Baru

    Adiatma berujar konsumsi BBM jenis Premium dan Pertamax diperkirakan naik 5 persen dibandingkan dengan kondisi normal. Artinya, akan ada kenaikan konsumsi dari mulanya 94 ribu kiloliter per hari menjadi 99 ribu kiloliter per hari. Sementara konsumsi BBM jenis solar dan Pertadex akan meningkat 2 persen dibandingkan biasanya, dari 40 ribu kiloliter menjadi sekitar 41 ribu kiloliter. "Puncak konsumsi diperkirakan terjadi pada 21 Desember 2018," kata dia.

    Untuk stok elpiji, perusahaan energi pelat merah itu bakal menyiapkan tambahan alokasi elpiji subsidi dan non-subsidi mencapai sekitar 3 persen dari normal. Guna memudahkan masyarakat memperoleh elpiji, Adiatma mengatakan perseroan akan menyiagakan seluruh kantor wilayah pemasaran, baik di agen dan pangkalan. SPBU dan outlet modern akan dimaksimalkan sebagai etalase dan lokasi penjualan elpiji 3 kilogram dan 12 kilogram.

    Di samping itu, perseroan bakal menyediakan Bright Gas 5,5 kilogram sebagai tambahan suplai elpiji rumah tangga. "Pasokan ditingkatkan melalui stock build up di SPPBE, penyiagaan SPPBE di Jalur Wisata dan daerah rawan kemacetan," kata Adiatma.

    Demi menjamin kelancaran distribusi BBM dan elpiji ke seluruh wilayah Indonesia selama Natal dan Tahun Baru, Pertamina juga telah membentuk satuan tugas. Tim tersebut mulai aktif bekerja pada 18 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019. Perseroan, ujar dia, sudah melakukan evaluasi adanya peningkatan konsumsi BBM dan elpiji, serta memastikan ketersediaan dua komoditas itu bagi masyarakat selama Natal dan Tahun Baru.

    Menjelang hari natal dan libur tahun baru nanti, kata Adiatma, perusahaan energi pelat merah itu bakal menyiagakan berbagai infrastruktur pendukung. Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain mobil tangki dispenser, kiosk pertamax, BBM dalam kemasan, motorist BBM kemasan hingga SPBU kantong. 

    Seperti tahun sebelumnya, Adiatma mengatakan perseroan juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi kelancaran pasokan BBM dan elpiji. Operasi itu akan difokuskan di wilayah yang menjadi titik konsentrasi Natal, titik jalur wisata dan titik jalur lintas mudik.

    Adiatma berujar sejumlah titik konsentrasi selama operasi itu adalah wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Sedangkan titik jalur wisata meliput Kota Bukittinggi, Pangkal Pinang, Anyer, Puncak – Bogor, Lembang-Bandung, Yogyakarta, Malang, Bali dan Bunaken – Manado. 

    Sementara, untuk jalur lintas mudik Natal dan Tahun Baru yang diantisipasi meliputi lintas Timur Sumatera, Lintas Barat Sumatera, Bakauheni – Lampung, Tol Jakarta – Brebes, jalur Utara Jawa dari Jakarta sampai Surabaya, Jalur Selatan dari Cikampek – Bandung – Tasikmalaya – Yogyakarta serta Gilimanuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.