Jonan: Subsidi Energi Akan Tembus Rp 150 Triliun di Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, dan penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Sumarsono, saat meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin, 2 Juli 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, dan penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Sumarsono, saat meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin, 2 Juli 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan mengatakan pemerintah akan mensubsidi energi hingga Rp 150 triliun. "Gampangnya gini, listrik Rp 60 triliun, BBM Rp 30 triliun, Elpiji 60 triliun," ujar dia dalam pemaparannya di Hotel Raffles, Senin, 26 November 2018.

    BACA: Revolusi Energi 3.0, Mantan Menteri Ini Sebut Ada 3 Tantangan

    Jonan mengakui besarnya subsidi tersebut membebani negara. Tetapi, kata dia, penerimaan di sektor energi juga besar, sehingga besarnya subsidi tidak menjadi masalah.

    Penerimaan negara, ujar Jonan, ditargetkan Rp 120 triliun ditambah dengan pajak Rp 150 triliun. "Sekarang ini penerimaan negara hampir Rp 300 triliun," ucap dia.

    BACA: Banggar Setuju Subsidi Energi di RAPBN 2019 Naik jadi Rp 157,79 T

    Dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara atau APBN, kata Jonan, alokasi subsidi Rp 96 triliun. Sedangkan, realisasi subsidi tahun ini mencapai Rp 150 triliun.

    Jonan menjelaskan, hal subsidi tersebut tidak akan menjadi masalah. Alasannya, penerimaan negara juga naik ketika subsidi dinaikkan.
    "Penerimaan negara double, jadi kalau kita lihat, itu penerimaan dari total Rp 150 triliun menjadi Rp 300 triliun," ujar dia.

    Menurut Jonan, selama 12 tahun harga Elpiji dan listrik tidak naik, hal itu dikarenakan pemerintah terus mensubsidi. Padahal, kaya Jonan, harga minyak dunia sedang tidak menentu.

    Baca berita tentang energi lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.