Darmin Ingin Industri Panel Kayu Kembali Berjaya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pidato pembuka saat menghadiri pembukaan Indonesia Investment Forum 2018 di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

    Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pidato pembuka saat menghadiri pembukaan Indonesia Investment Forum 2018 di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan ingin industri panel kayu Indonesia bisa berjaya kembali. Hal itu Darmin sampaikan dalam musyawarah nasional Asosiasi Panel Kayu Indonesia atau APKINDO ke VIII.

    BACA: Darmin: DNI 2018 Tetap Berpihak pada UMKM dan Koperasi

    Darmin yakin sektor industri panel kayu dapat kembali merebut kejayaannya seperti beberapa tahun lalu, jika terus ada sinergi antara industri dan pengusaha. "Karena potensi kekayaan sumber daya alam di Indonesia masih melimpah sehingga ini bisa mendukung industri sektor perkayuan," kata Darmin di Fours Seasons Hotel Jakarta, Senin, 26 November 2018.

    "Percayalah kita punya, mustahil tidak punya kelebihan itu, karena kita bisa," lanjut dia.

    Menurut Darmin untuk mendukung industri panel kayu perlu sumber bahan baku melalui Hutan Tanaman Industri atau HTI. "Tentu saja ini tanpa mengesampingkan sumber bahan baku yang ada seperti dari hutan alam produksi, hutan rakyat dan perkebunan," ujar Darmin.

    BACA: Darmin: Warnet dan Pengupasan Umbi Tidak Dibuka untuk Asing

    Selain itu, kata Darmin pemanfaatan hutan tanam rakyat atau HTR juga bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produksi industri kayu panel di Indonesia. "Artinya di timur ada lagi pohon kelapa, itu saja kita kerjakan HTI dan HTR, kalau peremajaan karet itu enggak akan berhenti berhenti kayunya. Kita pasti punya keunggulan di situ dan pasti modalnya enggak mahal-mahal," kata Darmin.

    Di lokasi yang sama Ketua Umum APKINDO, Martias mengatakan saat ini industri kayu lapis belum bisa kembali ke masa keemasan. Pada 2018 saja, ekspor kayu lapis diperkirakan hanya sekitar tiga juta meter kubik dengan nilai US$ 1,9 miliar.

    Jika dibandingkan, dengan masa keemasannya, kata Martias, saat ini turun 45 persen dari sisi nilai dan turun 63 persen dari sisi volume.

    "Industri kayu lapis menjadi primadona ekspor non migas pada 1987 hingga 1997 dengan kontribusi devisa rata-rata mencapai US$ 3,4 miliar per tahun dengan volume ekspor rata-rata sebesar 8,4 juta meter kubik per tahun," ujar Martias.

    Baca berita tentang Darmin lainnya di Tempo.co.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?