Garuda Indonesia Klarifikasi Soal Pesawatnya yang Tergelincir

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Garuda Indonesia. Dok. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi Garuda Indonesia. Dok. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Manager Public Relations Garuda Indonesia Ikhsan Rosan membantah jika pesawat Garuda Indonesia yang mendarat di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, tergelincir. Menurut dia, pesawat hanya mengalami over run atau berhenti melebihi garis batas runway sejauh tiga meter saja.

    Baca juga: Dampak Positif Garuda Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air

    "Kalau tergelincir itu kan bablas ke rumput atau tanah," kata Ikhsan saat dihubungi di Jakarta, Senin, 26 November 2018.

    Faktanya, kata Ikhsan, Pesawat dengan nomor registrasi PK-GFY tersebut ternyata masih berhenti di aspal keras di dalam area runway. Kejadian ini terjadi karena kondisi saat pendaratan yang tengah hujan sehingga landasan paju menjadi basah dan licin.

    Seluruh penumpang dalam pesawat tersebut selamat dan bisa kembali melanjutkan perjalanan. Menurut keterangan PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara, kejadian ini juga tidak berdampak pada penerbangan lainnya.

    Informasi soal pesawat ini tergelincir disampaikan PT Angkasa Pura I di hari kejadian. Pesawat dengan nomor penerbangan GA210 itu mendarat di bandara sekitar pukul 14.00 WIB pada Minggu, 25 November 2018 setelah terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

    Ikhsan menambahkan, bahwa setelah mendarat, pilot meminta pesawat untuk dibawa ke apron bandara. Di sana, pesawat diperiksa oleh teknisi dan ternyata tidak ada kerusakan apapun. Teknisi kemudian memberi izin kepada pesawat untuk kembali beroperasi dan pesawat kembali terbang meninggalkan Bandara Adisucipto pada hari itu juga.

    General Manager Bandara Adisucipto, Agus Pandu Purnama, dalam keterangannya juga menyebutkan bahwa pesawat Garuda Indonesia berisi 153 penumpang (148 dewasa,3 anak-anak, dan 2 bayi). Saat pesawat sudah berhenti, petugas PT Angkasa Pura I juga langsung mengecek landasan tempat mendaratnya pesawat. "Tidak ditemukan kerusakan di area landasan," ujarnya.

    Tonton video pesawat tergelincir, ini penjelasan Garuda Indonesia disini.

    FAJAR PEBRIANTO I JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.